Sektor Pariwisata Jadi Alternatif Tambah Devisa

 
 

JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terus menjadi isu nasional yang mengemuka. Tren depresiasi rupiah sudah tampak sejak 2011 dan diprediksi secara perlahan akan memengaruhi devisa nasional. Sektor pariwisata dapat menjadi alternatif potensial untuk menambah devisa secara relatif cepat dan bernilai besar. ‘’Akselerasi sektor pariwisata tahun 2012 sampai 2017 berada di angka 1,22 dengan laju tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dibandingkan sektor lainnya,’’ ujar Kepala Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Eko Nugroho saat menyampaikan temuan riset pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata dalam Media Briefing ”Tantangan Pengembangan Infrastruktur Pariwisata di Tengah Gejolak Nilai Tukar’’, Rabu (17/10).

Menurut Agus, pola pembangunan service based economy seperti sektor pariwisata mampu memberikan nilai tambah berkualitas dan dampak pengganda yang besar. ”Secara paralel, aliran dampak pengganda tersebut akan mengarah pada penguatan permintaan domestic, baik sektoral maupun rumah tangga. Artinya, kemanfaatannya bisa langsung dinikmati masyarakat dan memperlancar proses bisnis dari usaha-usaha terkait,” jelasnya.

Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Panky Tri Febiansyah mengungkapkan, keberadaan infrastruktur pariwisata seharusnya mempertegas pentingnya peran pemerintah untuk mendesain strategi secara komprehensif serta dapat terimplementasi dengan baik. ”Terlebih bila hal tersebut dihubungkan dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. Apakah infrastruktur pariwisata saat ini sudah cukup tersedia dan layak?,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, desain pembangunan pariwisata yang berdaya saing secara komprehensif harus mencakup pilar infrastruktur fisik, sumber daya manusia, keuangan dan pembiayaan, serta tata kelola. Keberadaan infrastruktur pariwisata menjadi prasyarat peningkatan laju pertumbuhan sektor pariwisata.

Menurutnya, berdasarkan data World Travel & Tourism Council (WTTC), sektor pariwisata menyumbang 313 juta lapangan kerja dan 10,4 persen pemasukan pada produk domestik bruto (PDB) dunia. ”Dimensi tersebut diharapkan bisa menjadi patokan terwujudnya sektor pariwisata berkualitas baik sebagai sumber pendapatan alternatif serta menjadi identitas bangsa di tingkat global,” katanya. (J13-19)



Sivitas Terkait : Yani Ruhyani
Diakses : 265    Dibagikan :