Solusi Lahan Parkir yang Kian Terbatas

 
 
Jumlah mobilitas kendaraan kota besar kian tinggi. Alhasil, masalah baru muncul yakni, ketersediaan lahan parkir kian terbatas. Lalu, apa solusinya?

JAKARTA -- Tingkat mobilitas kendaraan kota besar di Indonesia semakin tinggi. Hal itu pun memicu masalah baru yakni, ketersediaan lahan parkir.

Lima kota yang mencatat distribusi kendaraan tertinggi pada 2017 antara lain, Jawa Barat sebanyak 192.000 unit, Jakarta 189.000 unit, Jawa Timur 128.000 unit, Jawa Tengah 78.000 unit, dan Banten 67.000 unit.

Namun, kelima kota itu justru mencatatkan penurunan distribusi kendaraan sepanjang 2017.

Jawa Barat mencatatkan penurunan 19,6%, Jakarta 19,3%, Jawa Timur 13,1%, Jawa Tengah 8%, dan Banten 6,9%.

Meskipun begitu, penjualan kendaraan bermotor diprediksi masih bisa terus naik pada tahun ini.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bemrotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan roda empat sepanjang tahun lalu tumbuh 6,62% menjadi 1,15 juta unit dibandingkan dengan 1,07 juta unit pada tahun sebelumnya.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto memproyeksikan penjualan mobil di Indonesia bertahan di angka 1,1 juta unit pada 2019.

"Kami melihat pertumbuhan ekonomi nasional 5,2%, jadi mirip dengan saat ini," ujarnya.

Solusi Smart Parking System

Pengembangan smart parking system menjadi perhatian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lipi Agus Haryono mengatakan melalui sistem parkir cerdas, pengendara dapat memesan parkir secara daring, serta dapat mencari secara akurat lokasi parkir kendaraan melalui GPS.

Beberapa penyedia jasa aplikasi mencari parkir secara online antara lain, CariParkir yang dikembangkan PT Astra Digital Internasional dan Jukir.

CariParkir memberikan layanan kepada konsumen untuk bisa memesan tempat parkir 1 jam sebelum tiba di lokasi. Bahkan. aplikasi CariParkir akan dikembangkan untuk terhubung dengan kendaraan cerdas.

Adapun, Jukir memberikan solusi sistem rekam data transaksi parkir yang terintegrasi dengan cloud server sehingga menghasilkan data secara real time.

Hal itu bisa memberikan solusi transparansi retribusi parkir yang selama ini sulit dilakukan dengan metode konvensional.


Sumber : bisnis.com

Sivitas Terkait : Dr. Agus Haryono M.Sc.
Diakses : 1753    Dibagikan :