​TANAMAN ENDEMIK Dorong Konservasi di Luar Kebun Raya

 
 
 
JAKARTA, KOMPAS – Upaya konservasi tanaman langka dan endemik tidaklah mudah. Namun, konservasi flora yang sudah jarang ditemui di habitat aslinya perlu terus dilakukan untuk menjaga kelestariannya. Sejumlah pihak pun diharapkan turut mendukung dan melakukan upaya konservasi itu.
 
“Kewajiban konservasi flora tidak hanya dilakukan di kebun raya, tetapi juga di luar kebun raya,” kata Sofi Mursidawati, peneliti dan kurator anggrek, raflesia, dan bunga bangkai Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKTKR LIPI), selaku pengelola Kebun Raya Bogor yang dihubungi dari Jakarta, Rabu (14/6).
 
Sofi mengatakan, pihaknya terus mendorong sejumlah pihak untuk melakukan upaya konservasi flora karena beberapa jenis tanaman endemik Indonesia sudah sulit ditemukan di habitat aslinya. Hutan sebagai habitat tanaman itu sebagian besar sudah rusak.
 
“Untuk konservasi itu, dibentuklah forum yang terdiri dari beberapa institusi, yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perguruan tinggi lembaga swadaya masyarakat, serta LIPI. Forum Konservasi raflesia, misalnya, sudah terbentuk pada 2015,” ujarnya.
 
Menurut Sofi, ada banyak jenis tanaman endemik Indonesia yang sudah langka dan harus dilestarikan. “Konservasi tiga jenis flora itu menjadi prioritas saat ini dan harus didahulukan,” ujarnya.
 
Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI Didik Widyatmoko mengatakan, Kebun Raya Bogor memiliki program konservasi tumbuhan langka dan endemik. Selain memperbanyaknya untuk koleksi, pihaknya juga mengembalikan tanaman-tanaman langka yang sudah diperbanyak itu ke habitat alaminya. “Khusus untuk bunga bangkai, kami menelitinya dengan komprehensif, termasuk aspek biologi spesiesnya, ekologi habitatnya, dan konservasi bijinya,” ucapnya.
 
Di luar kebun raya, konservasi bunga bangkai sudah berhasil dilakukan di Rumah Perubahan Rhenald Kasali, di Bekasi, Jawa Barat. Public Relation Rumah Perubahan Dinar Wulandari mengatakan, ada lima jenis bunga bangkai raksasa yang ditangkarkan, yaitu Amorphophallus titanum, Amorphophallus  variabilis, dan Amorphophallus muelleri, Penangkaran bunga bangkai itu sejak tahun 2007. (JUM)
 
 
                                                                                                

Sumber : KOMPAS, KAMIS, 15 JUNI 2017 , Halaman 13

Sivitas Terkait : Dr. Didik Widyatmoko M.Sc.
Diakses : 304    Dibagikan :