Wiseland, Inovasi LIPI untuk Deteksi Tanda-Tanda Longsor

 
 

AKURAT.CO, Tingginya curah hujan di Indonesia menjadi faktor utama terjadinya bencana longsor di berbagai daerah di Indonesia. Bencana ini bukan hanya menyebabkan kerugian materiil, namun juga korban jiwa yang cukup banyak.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB ), sejak Januari hingga 7 Februari 2018 terdapat 19 orang meninggal dunia akibat bencana longsor. Korban jiwa itu muncul di berbagai longsor yang terjadi di Puncak Bogor, Cijeruk, Sukabumi, Pekalongan, Sulawesi Utara dan Tangerang.

LIPI sebagai pusat peneliti dan pengembangan Iptek di Indonesia dituntut berinovasi menghadirkan solusi atas bencana yang selalu berulang itu. LIPI perlu menghadirkan tekonologi yang dapat mendeteksi tanah longsor sedini mungkin.

Nah, saat ini LIPI sebenarnya juga mempunyai teknologi khusus yang untuk mendeteksi lonsor yang diberinama Wiseland. Wiseland itu sendiri singkatan dari Wireless Sensor Network for Landslide Monitoring. Sesuai namanya, alat ini berfungsi sebagai monitor atau memantau gerakan tanah berbasis jejaring sensor nirkabel.

Selain itu, sistem yang diciptakan juga mampu memberi peringatan dini kepada masyarakat dari ancaman berbagai jenis gerakan tanah di daerah yang luas.

"Wiseland memanfaatkan empat sensor utama dan sensor curah hujan itu dapat monitoring gerakan tanah dalam dan dangkal sekalipun. Data yang dihasilkan pun real time tinggal diakses di website," tutur Suryadi saat Media Briefing di LIPI, Jakarta, Selasa (13/2).

Alat ini sudah diciptakan sejak 2015 lalu dan tahun lalu telah muncul versi terbarunya. Komponen yang digunakan pun cukup canggih. Ada Eksensometer, yaitu  sensor untuk membaca gerakan permukaan tanah atau rekahan. Lalu ada juga Tiltmeter yang merupakan sensor untuk  mengukur kemiringan tanah yg bergerak.

Wiseland juga menggunakan Gateway, alarm konsetator data yang terhubung dengan perangkat yg terhubung dengan koneksi 4G, serta sensor curah hujan. Semua komponen tersebut tidak memerlukan listrik, namun memakai surya panel mini dan baterai portable Lithium.

Tidak hanya memantau ancaman gerakan tanah atau longsor, sistem yang dibuat dari Pusat Penelitian Fisika LIPI ini juga dapat diterapkan untuk monitorin kondisi keamanan struktur tiang bangunan tinggi seperti jembatan dan gedung bertingkat. Suryadi dan tim LIPI pun sudah menerapkan alat ini di Jembatan Cisomang, ruas Tol Cipularang KM 100.

"Tahun 2016 kita sudah memasang di tiang pertama dari jembatan, istilahnya itu P0, yang arah Jakarta maupun arah ke Bandung. Kita memasang sensor dan Gatewaynya itu sendiri berjarak sekitar 220m," kata Suryadi.

Suryadi juga menambahkan Wiseland dikombinasikan dengan The Greatest sangat cocok untuk mengurangi resiko kerugian dan menyelamatkan korban jiwa. Sehingga diharapkan pemerintah atau pihak swasta dapat bekerja sama untuk menggunakan alat teknologi tersebut.


Sumber : akurat.co, 13 februari 2018

Sivitas Terkait : Suryadi S.Si.
Diakses : 284    Dibagikan :