Ahli: Sapi Mirip Manusia karena Faktor Biologis, Bukan Mistis

 
 
Gorontalo - Isu mistis mewarnai lahirnya anak sapi di Gorontalo yang disebut mirip manusia. Peneliti mamalia LIPI Gono Semiadi meminta kelainan pada anak sapi itu tak dikaitkan dengan hal-hal berbau mistis. 

"Jangan dikaitkan dengan kutukan, mistik, atau apa gitulah," ucap Gono kepada detikcom, Sabtu (24/3/2018).

"Saya menyebutnya lebih kepada faktor biologis internal atau eksternal," sambungnya.

Gono menjelaskan ketidaksempurnaan bentuk anak sapi itu bisa disebabkan dua faktor. Faktor internal di antaranya meliputi kelainan genetis dan kromosom. Sementara itu, faktor eksternal dapat disebabkan adanya kontaminasi dan polusi lingkungan.

"Internal salah satunya karena kelainan genetis, karena adanya ketidakseimbangan saat proses pembuahan," jelasnya.

"Eksternal kemungkinan adanya kontaminan yang memengaruhi pada proses perkembangan embrio tersebut," imbuh Gono.

Diberitakan, kabar kelahiran seekor sapi yang disebut-sebut mirip manusia bikin heboh warga Gorontalo. Kejadian di Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara, Gorontalo, ini ramai dibahas di media sosial (medsos) sejak kemarin, Jumat (24/3).

Pengamatan detikcom dari foto-foto yang tersebar di media sosial, bentuk anak sapi yang lahir ini memang tidak sempurna. Hewan ini berwarna cokelat, kepalanya bulat mirip kepala manusia, dan lidahnya tampak menjulur keluar. Sapi ini tampak tidak mempunyai mata.

Karena bentuk anak sapi yang aneh itu, berbagai isu pun merebak. Ada yang menyebut anak sapi ini dibunuh warga karena dinilai bisa membawa sial bagi orang sekampung. Ada yang menyebut penganiayaan sempat dicegah warga lainnya, tapi anak sapi ini keburu mati.

Seorang warga bernama Septiana membenarkan kasus ini memang menghebohkan. Menurut Septiana, anak sapi itu dilahirkan induknya pada malam hari. Kemudian tersiar kabar soal keanehan bentuk anak sapi itu yang disebut-sebut mirip manusia. Warga pun ramai-ramai berdatangan karena penasaran ingin melihat langsung.

Saat ditanya apakah benar anak sapi itu sengaja dibunuh warga karena dinilai bisa membawa sial, Septiana membantah. Menurut dia, sapi itu sudah dalam kondisi mati saat warga berdatangan. Dia sendiri tidak percaya kelahiran sapi itu terkait hal-hal mistis.

"Nggak mungkin itu sapi jadi-jadian. Mana ada percaya yang begituan," ujarnya. 
(tsa/fjp)

Sumber : Detik.com, 24 Maret 2018

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Gono Semiadi
Diakses : 55    Dibagikan :