Dekatkan Hasil Penelitian ke Daerah, LIPI Jalin Kerjasama dengan Kabupaten Malang

 
 

SURYAMALANG.com, MALANG - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berupaya agar hasil-hasil penelitiannya bisa terhilirisasi dengan baik kepada para stakeholders dan masyarakat umum, khususnya di daerah.

Langkahnya adalah dengan mendekatkan hasil-hasil penelitian ke berbagai daerah di Indonesia.

LIPI lantas menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Keseriusan itu diwujudkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di sela-sela Rapat Kerja Wakil Kepala dan Kedeputian Bidang Jasa Ilmiah LIPI Tahun 2017 di Hotel Santika, Kota Malang, Rabu (15/3/2017).

LIPI memiliki beragam hasil penelitian dalam berbagai bidang mulai dari bidang jasa ilmiah, kebumian, hayati, teknik hingga sosial. Beragam hasil penelitian ini pun terus dipacu agar terdayagunakan bagi para stakeholders.

Selain itu, setiap hasil penelitian juga didorong agar terdaftar ke dalam Kekayaan Intelektual, salah satunya hak paten.

“Dengan paten, maka langkah agar terimplementasikan ke dalam industri bisa lebih mudah lewat komersialisasi,” ungkap Wakil Kepala LIPI, Bambang Subiyanto, Rabu (15/3/2017).

Untuk diketahui, jumlah paten LIPI saat ini merupakan yang terbesar di Indonesia yaitu sekitar 513 paten.

Dengan jumlah yang terbilang besar, LIPI pun tetap mendorong para penelitinya berkinerja lebih baik lagi dan menambah capaian yang telah ada. Capaian itu diharapkan bisa diimplementasikan ke daerah.

“Kami ingin kehadiran LIPI di usia 50 tahun pada tahun ini dan ke depannya dapat memberikan dampak yang besar, signifikan, dan nyata,” tekannya.

 

Di sisi lain, Bambang menyinggung pula soal kerjasama dengan Pemkab Malang. Kerjasama tersebut diharapkan memberikan transfer teknologi dan pengetahuan dari LIPI ke pihak stakeholder di daerah ini. Sehingga, hasil-hasil penelitian LIPI bisa dirasakan manfaatnya secara nyata.

“LIPI dan Pemkab Malang pun diharapkan bisa saling mengambil manfaat dari implementasi kerjasama ini,” sambungnya.

Apalagi, potensi Kabupaten Malang terbilang cukup besar. Hal ini merujuk pada hasil audiensi antara pihak LIPI dengan Pemkab Malang yang dilakukan pada 14 Maret 2017.

Hasil audiensi tersebut pada intinya adalah teknologi LIPI bisa bermanfaat dalam mengeksplorasi tanaman lokal agar terdayagunakan manfaatnya secara maksimal, bahkan hingga komersial.

Dalam kerjasama yang terjalin antara kedua pihak, Pemkab Malang pun siap menyediakan lahan untuk kebutuhan penelitian dan LIPI siap untuk mengaplikasikan teknologinya.

"Kami akan sediakan hal yang diperlukan untuk penelitian LIPI," kata Bupati Malang Rendra Kresna.

Selain itu, Rendra juga meminta supaya LIPI bisa membuat apel yang ada di Kabupaten Malang rasanya bisa lebih manis. Selain apel, potensi pangan lainnya seperti buah-buahan dan palawija juga bisa dikembangkan melalui penelitian yang dilakukan LIPI.

"Tolong bantuannya," kata Rendra.

Sementara itu terkait Rapat Kerja Wakil Kepala dan Kedeputian Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Bambang berharap rapat kerja ini memantapkan gerak langkah dalam mendukung program pengembangan iptek guna meningkatkan daya saing nasional dan daerah.

Plt. Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Mego Pinandito menyambung bahwa rapat kerja kali ini mengupas berbagai program dan hasil penelitian LIPI yang berkontribusi signifikan bagi masyarakat. Setiap hasil penelitian diupayakan mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Langkah nyatanya adalah kami mengundang stakeholders yang ada di Kabupaten Malang sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan daya saing daerah melalui penerapan iptek kepada masyarakat,” tutupnya


Sumber : tribunnews.com. 16 Maret 2017

Sivitas Terkait : Prof.Dr.Ir. Bambang Subiyanto M.Agr.
Diakses : 57    Dibagikan :