Ketergantungan pada Bahan Bakar Fosil Ganggu Ekonomi Dalam Negeri

 
 
(Bandung, 9 Agustus 2012 Humas LIPI) Ketergantungan tinggi pada bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara secara terus menerus diyakini akan menggangu perekonomian dalam negeri. Harganya sangat fluktuatif sehingga menggangu ekonomi dalam negeri. Sementara kemandirian energi berbasis iptek tidak ada, ujar Deputi Jasa Ilmiah LIPI Dr. Ir. Fatimah Zulfah S. Padmadinata, DEA dalam sambutannya mewakili Menristek RI dalam Workshop Energi Terbarukan: Memperkuat Kemandirian Energi Nasional yang diadakan pada Kamis (9/8) di Sasana Budaya Ganesha, Bandung.

Menurut Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Dr.Ir. Syahrul Aiman yang hadir sebagai salah satu narasumber dalam acara tersebut, kondisi di Indonesia saat ini adalah peningkatan konsumsi dan penurunan produksi bahan bakar minyak dalam waktu bersamaan. Perlu dicari cara pemanfaatab sumber energi yang bersih, terbarukan dan kompetitif, ujarnya. Indonesia sendiri, lanjut Syahrul, memiliki berbagai bentuk bahan alam untuk sumber energi. Kita memiliki sumber energi terbarukan seperti tenaga air, panas bumi, angin, matahari dan limbah biomasa namun pemafaatannya sangat kecil, .

Di LIPI sendiri riset energi adalah salah satu riset prioritas. Pada bulan Mei lalu telah diresmikan oleh Menristek RI Pilot Plant Bioetanol Lignoselulosa di Pusat Penelitian Kimia LIPI hasil kerjasama natara LIPI dengan KOICA (Korean Office for International Cooperation Agency) dan KIST (Korean Institute of Science and Technology) dan Changhae Engineering. Pilot plant tersebut mampu menghasilkan etanol dengan kemurnian 99,5 persen sebanyak 10 liter per hari.
Sumber : Humas BKPI LIPI

Sivitas Terkait : Fatimah Zulfah S. Padmadinata

Diakses : 1629    Dibagikan : 0