LIPI Buat Alat Pendeteksi Longsor, Begini Cara Kerjanya

 
 
LIPI Buat Alat Pendeteksi Longsor, Begini Cara Kerjanya
Jakarta, IDN Times - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adrin Tohari tak terkejut saat mengetahui ada bencana longsor di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, berapa waktu lalu. Sebab tanah di wilayah tersebut memang rentan longsor.

"Karena kemiringannya dan kondisi tanah yang gembur berpotensi tinggi terjadi longsor," kata Adrin saat peluncuran alat pencegah longsor di kantor LIPI, Kuningan, Jakarta selatan, Selasa (13/2).

1. Longsor di Puncak Bogor bertipe luncuran 

Menurut Adrin longsor yang menerjang kawasan Puncak Bogor tergolong tipe luncuran dengan jenis yang dangkal. Longsor tipe luncuran bergerak cepat dengan membawa material tanah yang cukup banyak. Sedangkan berjenis dangkal karena material longsor berasal dari lapisan tanah di dekat permukaan.

"Termasuk longsoran dangkal tapi karena yang longsor itu cukup panjang maka material tanahnya banyak dan korban jiwa karena tidak ada peringatan di jalan," ujarnya.

2. Perlu adanya sistem peringatan dini untuk bencana longsor

Sistem peringatan dini untuk mengatasi longsor menurut Adrin diperlukan agar bencana serupa tidak lagi menimbulkan kerugian apalagi korban jiwa. Untuk itu LIPI telah membuat alat khusus yang bisa memantau pergerakan tanah sehingga bisa memberi peringatan saat longsor akan terjadi.

3. LIPI Wiseland dan The Greatest alat LIPI untuk cegah longsor

Ada dua alat yang bisa digunakan untuk mencegah bencana longsor, yakni LIPI Wiseland dan The Greatest.

LIPI Wiseland adalah sistem pemantau pergerakan tanah berbasis jejaring sensor nirkabel yang berfungsi untuk memberikan peringatan dini saat terjadi longsor melalui pantauan gerakan tanah.

Sementara The Greatest adalah alat untuk menurunkan muka air tanah dalam lereng untuk mencegah longsor.

"LIPI Wiseland itu bisa deteksi berbagai jenis longsoran. Baik reruntuhan, nendatan, luncuran, aliran, aliran bisa kita gunakan wire ekstensi meter ketika kabelnya kedorong longsor maka alat itu bisa membunyikan sirine," ujarnya.

4. Membunyikan alarm enam jam sebelum longsor

Adrin menyebut alat tersebut bisa mendeteksi longsor enam jam sebelum terjadi. Waktu tersebut bisa digunakan masyarakat untuk melakukan evakuasi.

"Peringatan dini itu kan kita menggunakan nilai batas ambang. Itu biasanya kita deteksi 6 jam sebelum longsor jadi masyarakat punya waktu yang cukup lama," jelas Adrin.


5. Masyarakat bisa pantau alat LIPI melalui website

Jika masyarakat ingin ikut memantau permukaan tanah di daerahnya bisa langsung mengakses ke website LIPI Wiseland. Dari sana masyarakat bisa mendapatkan gambaran langsung di lapangan apakah permukaaan tanah masih dalam tahap aman atau sudah bahaya.

"Nah Wiseland bisa diakses masyarakat, tinggal ketik websitenya kemudian dia bisa lihat perubahan parameter yang diukur di lapangan. Apabila terjadi perubahan kadar air yang cukup tinggi kemudian mereka bisa melakukan evakuasi dini," lanjutnya.

Sampai saat ini ada beberapa daerah yang sudah dipasangi alat pemantau longsor buatan LIPI. Di antaranya di Pangalengan Bandung dan Banjarnegara.

"Di Pengalengan di Kabupaten Bandung itu fenomena gerakan tanah karena kondisi geologi yang rentan pergerakan. Kemudian kami pasang juga di Kabupaten Banjarnegara itu mengalami pelongsoran di tahun 2015. Di daerah sana pemukiman banyak dan ancaman masih terus terjadi," kata Adrin.

Dengan adanya alat ini Adrin berharap bencana longsor dapat dideteksi sejak dini. Dengan begitu jumlah korban dan kerugian bisa berkurang.

"Jadi kami ingin beri kontribusi Iptek kebumian supaya masyarakat aman dan tidak terancam longsor," tutupnya.


Sumber : news.idntimes.com, 13 Februari 2018

Sivitas Terkait : Dr. Adrin Tohari
Diakses : 438    Dibagikan :