LIPI dan BATAN Uji Teknologi BNCT, Metode Baru Terapi Kanker

 
 

AKURAT.CO, Melalui teknologi Boron Neutron Capture Technology (BNCT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) tengah mengembangkan metode baru terapi kanker.

"Teknologi ini membunuh sel kanker lewat metode terapi radiasi dengan tangkapan neutron dari atom boron terendap di sel kanker sehingga tidak menimbulkan efek samping seperti kemoterapi," kata Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Laksana Tri Handoko, dilansir dari laman lipi.go.id.
 

Pembiayaan riset yang mendapat dukungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendikan Tinggi (Kemristekdikti) ini juga menggandeng BUMN PT. Barata Indonesia serta Universitas Gadjah Mada dan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro dari unsur akademisi.

Menurut Handoko teknologi tersebut baru sedikit di dunia, sejauh ini hanya ada di dua rumah sakit di Jepang. Dan pengembangannya di Indonesia, agar bisa diproduksi dengan komponen lokal.

Riset metode BNCT saat ini, lanjutnya, masih dalam tahap pembuatan desain kolimator dengan material nikel. Komponen itu berupa sistem optis untuk mengarahkan sinar radiasi yang akan ditembakkan pada sel kanker.

"Pembuatan kolimator dilakukan di Balai Penelitian Teknologi Mineral LIPI di Tanjung Bintang, Lampung. Kolimator dibuat dengan material nikel murni kadar 90-95 persen," ujar Handoko.

Ketua Konsorsium Peneliti BNCT BATAN Yohannes Sardjono mengungkapkan terapi kanker dengan metode BNCT bisa dengan satu kali terapi.

"Biayanya diperkirakan Rp180 juta bagi tiap pasien, lebih murah dibandingkan biaya kemoterapi yang mencapai Rp350 juta setiap pasien," pungkas Yohannes.

Terkait pendanaan, Yohanes menyebutkan riset ini akan mendapat pendanaan dari Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) pada 2018. Diharapkan pada tahun 2020 sudah bisa dilakukan uji coba di Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Inisiasi metode baru terapi kanker tadi merupakan salah satu bagian Pekan Teknologi Mineral 2017 yang berlangsung di Bandar Lampung mulai tanggal 7 hingga 17 November mendatang.

Pameran itu akan diisi dengan berbagai kegiatan pendukung seperti Lomba Cerdas Tangkas Mineral, Perkemahan Ilmiah Remaja Mineral, Lomba Essay, Lomba Animasi, Workshop Guru Bidang Studi Kimia, Focus Grup Discussion Organisasi Profesi Fungsional Peneliti se-Provinsi Lampung, juga Kunjungan Ilmiah


Sumber : Akurat.co , 14 November 2017

Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.
Diakses : 111    Dibagikan :