LIPI Gandeng Pemda Dorong Ketahanan Pangan dan Energi

 
 

Bisnis.com, MALANG—Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggandeng Pemda sebagai implementasi dari hilirasi hasil penelitian untuk mendorong ketahanan pangan dan energi.

Wakil Kepala LIPI, Bambang Subiyanto mengatakan setiap daerah tentu berbeda karakteristik dan potensinya. Karena itulah, sebelum LIPI memberikan masukan-masukan terkait dengan pengembangan daerah, terutama pada aspek pengembangan pangan dan energi, maka tim peneliti dari di bidang ilmu pengetahuan alam dan sosial turun ke lapangan terlebih dulu.

“Tim peneliti ahli IPA akan memotret potensi daerah dari sisi alam, sedangkan dari ilmu sosial ingin mencari jawaban tentang keinginan masyarakat mau diarahkan kepada terhadap pengembangan daerahnya,” ujarnya di sela-sela penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Pemkab Malang terkait pengembangan daerah serta Rapat Kerja Wakil Kepala dan Kedeputian Bidang Jasa Ilmiah LIPI Tahun 2017 di Malang, Jawa Timur, Rabu (15/3/2017) malam.

Beberapa model pengembangan pangan yang diinisasi LIPI, kata dia, seperti di Ngawi. Di sana LIPI memperkenalkan pupuk cair hayati kepada petani.

Lewat mikroba yang diciptakan peneliti LIPI, bahan-bahan pupuk cair dapat diciptakan dengan mudah oleh petani sendiri. “Lewat komposisi 50:50, artinya pupuk kimia 50% dan pupuk cair hayati 50%, asilnya luar biasa. Rata-rata panen padi mencapai 12 ton/hektare padahal biasanya hanya 8 ton/hektare,”ujarnya.

Di Samosir, lewat penggunaan teknologi, seperti sirkulasi yang baik serta teknologi mendorong ikan untuk kawin, Balai Benih Ikan dapat menghasilkan lele 2,5 juta ekor per tebar, padahal sebelumnya hanya mampu 50.000 ekor.

Untuk Kab. Malang, kata dia, potensi yang berpeluang dikembangkan, kegiatan peternakan. Menurut dia, LIPI sudah mempunyai teknologi untuk mengarahkan sapi untuk beranak dengan kelamin, tertentu, seperti laki-laki dan betina. “Keberhasilannya 80% lebih,” ucapnya.

Dengan cara itu, maka petani bisa mengarahkan anak sapi sesuai dengan tujuan usaha. Seperti untuk pengembangan jumlah sapi, maka diarahkan sapi betina dan seterusnya.

Saat ini, pemda yang sudah bekerja sama dengan LIPI dalam pengembangan pangan dan energi, ada sektiar 40 daerah. Tahun ini diharapkan ada tambahan 25 kota/kabupaten baru yang bekerja sama dengan LIPI.


Sumber : bisnis.com. 16 Maret 2017

Sivitas Terkait : Prof.Dr.Ir. Bambang Subiyanto M.Agr.
Diakses : 125    Dibagikan :