LIPI Manfaatkan Organisme Laut untuk Lawan Kanker

 
 
 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Oseanografi tengah meneliti dan mengembangkan bahan aktif dari organisme laut sebagai agen antikanker serta sumber pangan untuk mencegah penyakit kanker.
 
Saat ini LIPI bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal Spanyol, Pharma Mar untuk pengembangan bahan baku obat dari organisme laut.  ”Konsep pangan tersebut didefinisikan sebagai pangan atau komponen makanan yang berfungsi untuk meningkatkan kondisi ketahanan tubuh dan mengurangi risiko terjangkitnya berbagai macam penyakit antara lain kanker,” ungkap peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Ratih Pangestuti, di Jakarta, Jumat, 1 Februari 2019.
 
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan menunjukkan, prevalensi kanker meningkat dari 1,4 % pada 2013 menjadi 1,8 % di 2018. Beragam obat antikanker telah tersedia, namun sejak tahun 1980an, sekitar 80% dari obat antikanker yang tersedia di pasar adalah produk alami atau sintesis dari produk alami.  

Sebagai negara kepulauan, perairan Indonesia memiliki kekayaan biota laut seperti spons laut, kelinci laut, tunikata, karang lunak, rumput laut, sampai moluska. ”Organisme laut tadi adalah sumber senyawa bioaktif yang dapat digunakan sebagai kandidat agen antikanker,” jelas Ratih. Baca: Riset LIPI Fokus pada Minimalisasi Korban Bencana
 
Terkait deteksi dini penyakit kanker, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI telah mengembangkan Kit Deteksi Biomarker Kanker Payudara Her-2. Pada kanker payudara terdapat tiga gen yang menjadi penyebab muculnya kanker yakni estrogen receptor, progresteron receptor dan human epidermal growth factor receptor 2 (HER2) receptor. ”Deteksi ini untuk  mendapatkan langkah selanjutnya ke arah penentuan pasien untuk terapi tertarget dengan trastuzumab,”tegas Desriani.
 
Dirinya menjelaskan, penelitian yang dilakukan di LIPI adalah pembuatan protein interferon alfa-2a nonfusi dan interferon alfa-2a fusi dengan human serum albumin. ”Protein ini memiliki aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan sel kanker,” ujar peneliti LIPI, Desriani. 
 
Jumlah penderita kanker di seluruh dunia terus meningkat signifikan. Laporan terbaru yang dirilis oleh International Agency for Research on Cancer, World Health Organization (WHO) memperkirakan, terdapat 18,1 juta kasus kanker baru dan 9,6 juta kematian yang terjadi pada 2018. Peringatan Hari Kanker Sedunia menjadi  momentum tepat untuk menyebarluaskan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker. 
 
LIPI memadukan pemanfaatan teknologi dan potensi sumber daya hayati Indonesia sebagai solusi untuk pencegahan penyakit kanker.

Sumber : medco,.id. 6 Februari 2019

Sivitas Terkait : Dr. Ratih Pangestuti S.Kel, M.Si.
Diakses : 70    Dibagikan :