LIPI-MKI Gelar Konferensi Komputasi Dan Fenomena Non-linier

 
 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Masyarakat Komputasi Indonesia (MKI) menggelar konferensi ilmiah dengan fokus fenomena non-linier dan seluruh aspek komputasinya.

Konferensi yang bertajuk Conference on Computational, Computing and Non-linear Science (CCCNS 2008) merupakan yang pertama di Indonesia dan diinisiasi oleh konsorsium gabungan lembaga penelitian dan universitas di Indonesia yang bernaung di MKI.

"Pertemuan ilmiah ini merupakan gabungan dari pertemuan tahunan Workshop on Computational Science (WCS) dan Workshop on Non-linear Phenomena (WNP) yang diselenggarakan tahun 2004 dan 2006, " kata Peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI, Laksana Tri Handoko di Jakarta, Rabu.

Penyelenggaraan konfrensi sendiri dikatakannya merupakan percobaan pertama yang mempertemukan komunitas sains komputasi, komunitas non-linier yang bertujuan menjalin komunikasi di antara komunitas tersebut, sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat terkait keberadaan komunitas.

"Selama ini pertemuan sudah sering namun dilakukan sendiri-sendiri oleh masing-masing komunitas, dan baru tahun ini kita gabung menjadi satu ", katanya.

Fenomena non-linier saat ini merupakan tantangan utama para ilmuwan teoritik di berbagai bidang karena hampir seluruh aspek kehidupan manusia tidak mengikuti hukum-hukum linier yang bisa direpresentasikan dengan matematika liniear, dan karenanya bisa dipecahkan solusinya.

Sejauh ini fenomena non-linier dipecahkan dengan pendekatan nomerik memakai sains komputasi, dan pada banyak kasus memerlukan perangkat komputasi berkinerja tinggi seperti komputer paralel.

Sedangkan sains komputasi sendiri dikatakan Laksana meliputi proses konstruksi model matematis dan teknik solusi numeriknya memakai komputer, kemudian akan diolah lebih lanjut memakai algoritma tertentu oleh komunitas teknik komputasi seperti TI.

"Sehingga jelas keterkaitan serta simbiosis mutualisma diantara ketiga komunitas tersebut ", ujarnya.

Namun begitu diakuinya sejauh ini Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia dan infrastruktur untuk melakukan kajian mendalam.

Oleh karenanya, LIPI berharap pertemuan ilmiah tersebut menjadi pemicu aktivitas riset untuk mengejar ketertinggalan yang bisa berdampak serius di bidang-bidang lainnya di masa datang. (/PWP35/RDP01)
Sumber : Antara (3 Desember 2008)

Sivitas Terkait : Laksana Tri Handoko

Diakses : 802    Dibagikan : 0