LIPI-MKI Gelar Konferensi Komputasi Dan Fenomena Non-linier

 
 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Masyarakat Komputasi Indonesia (MKI) menggelar konferensi ilmiah dengan fokus pada fenomena non-linier dan seluruh aspek komputasinya.

Konferensi yang bertajuk Conference on Computational, Computing and Non-linear Science (CCCNS 2008) merupakan yang pertama di Indonesia dan diinisiasi oleh konsorsium gabungan lembaga penelitian dan universitas di Indonesia yang bernaung di MKI.

Pertemuan ilmiah ini merupakan gabungan dari pertemuan tahunan Workshop on Computational Science (WCS) dan Workshop on Non-linear Phenomena (WNP) yang diselenggarakan tahun 2004 dan 2006, kata Peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI, Laksana Tri Handoko di Jakarta, Rabu (3/12).

Menurutnya, penyelenggaraan dan penggabungan pertemuan itu oleh LIPI merupakan percobaan pertama untuk mempertemukan komunitas sains komputasi, dan komunitas non-linier, kemudian ditambah komunitas teknik komputasi.

Selama ini pertemuan itu dilakukan sendiri-sendiri, yang satu pertemuan komunitas sains komputasi dan satu lagi komunitas non-linier, dan baru tahun ini kita gabung menjadi satu, tambahnya.

Tujuannya adalah agar ada komunikasi di antara komunitas tersebut, sekaligus untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, bahwa ada bidang semacam itu. Kemudian tindak lanjutnya secara umum biasanya diantara mereka terus ada kolaborasi riset.

Disebutkan, fenomena non-linier merupakan tantangan utama para ilmuwan teoritik di berbagai bidang, karena hampir seluruh aspek kehidupan manusia tidak mengikuti hukum-hukum linier yang bisa direpresentasikan dengan matematika linier, dan karenanya bisa dipecahkan solusinya.

Sejauh ini fenomena non-linier dipecahkan dengan pendekatan nomerik memakai sains komputasi, dan pada banyak kasus memerlukan perangkat komputasi berkinerja tinggi seperti komputer paralel.

Sedangkan sains komputasi sendiri meliputi proses konstruksi model matematis dan teknik solusi numeriknya memakai komputer, kemudian akan diolah lebih lanjut memakai algoritma tertentu oleh komunitas teknik komputasi seperti TI. Sehingga jelas keterkaitan serta simbiosis mutualisma diantara ketiga komunitas tersebut, ujarnya.

Sayangnya sejauh ini Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia dan infrastruktur untuk melakukan kajian mendalam. Oleh karenanya, LIPI berharap pertemuan ilmiah tersebut menjadi pemicu aktivitas riset untuk mengejar ketertinggalan yang bisa berdampak serius di bidang-bidang lainnya di masa datang. (T.Gs/id/c)
Sumber : BIP Kominfo (4 Desember 2008)

Sivitas Terkait : Laksana Tri Handoko

Diakses : 801    Dibagikan : 0