Menjadi Bahan Bakar Hingga Makan Menyehatkan

 
 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH – Tumbuhan alang-alang yang kerap dianggap sebagai gulma atau tanaman liar pada pertanian, ternyata menyimpan sejumlah manfaat bagi kehidupan manusia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan pemerintah Jepang melakukan penelitian untuk membuktikan hal tersebut.

Program kerja sama yang dilakukan di Laboratorium Treub Kebun Raya Bogor itu bernama Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS).

Project Managajer SATREPS untuk Indonesia, I Made Sudiana mengatakan alang-alang atau sorgum alasan mengapa memilih tanaman yang sebenarnya adalah limbah tersebut.

"Karena sorgum dapat tumbuh cepat kalau dipotong akan tumbuh lagi, tahan terhadap kekeringan, dapat tumbuh pada lahan kritis, serta dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan," ujar Sudiana, Rabu (21/3/2018).

Sudiana menyebutkan terdapat tiga jenis alang-alang yang dikembangkan sesuai pemanfaatannya dalam penelitian SATREPS.

"Jadi ada sorgum yang untuk biomasa, grain sorgum yang diambil adalah bijinya, dan sweet sorgum yang menghasilkan jus, untungnya bisa dapat tiga yakni biji, biomasa, dan jus," ungkap Sudiana.

Manfaat alang-alang yang pertama yaitu dapat digunakan sebagai bahan bakar energi alternatif selain energi minyak dan batu bara yang disebut bioenergi.

"Batangnya untuk bahan bakar, energinya sangat tinggi karena kadar tingkat ligninnya juga tinggi," kata Sudiana.

Dari keterangan Sudiana, bioenergi dari alang-alang juga dikelompokkan berdasarkan kadar lignin-nya.

"Kelompok low sorgum dengan lignin yang rendah sekitar delapan persen, middle sorgum dengan lignin menengah sekitar 20 persen, dan high sorgum dengan kadar lignin yang tinggi sebesar 30 persen," kata Sudiana.

Produk bioenergi sorgum akan berwujud padat yang berasal dari ampas batang kayu setelah diperas.

"Dia akan sama dengan kayu keras tingkat kalorinya, daripada kita menebang pohon lebih bagus kalau memakai alang-alang," pungkasnya.

Sedangkan Sudiana mengatakan sorgum manis itu ada bijnya yang digunakan untuk makanan dengan kadar gluten yang rendah bagi orang diabetes.

"Pemanfaatan biji sorgum sudah ada sejak jaman dulu di pulau Jawa sebagai pengganti nasi," ujar Sudiana.

Kemudian batang sorgum juga dapat diperas batangnya seperti tanaman tebu dengan komposit gula yang lebih rendah.

"Sari patinya atau jusnya bisa digunakan untuk macam-macam, bisa untuk MSG atau penyedap makanan, atau untuk asam sitrat dan etanol," kata Sudiana.

Sorgum yang digunakan oleh LIPI dikatakan Sudiana berasal dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kalau di Bogor, kita ada lahan di LIPI Cibinong sekitar satu hektar karena untuk percobaan saja, bukan untuk massal," ungkapnya.


Sumber : Tribunnews.com, 25 Maret 2018

Sivitas Terkait : Prof. Dr. I Made Sudiana M.Sc.
Diakses : 861    Dibagikan :