Ratusan Peserta PIRN Praktik Buat Sabun

 
 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ratusan siswa SMA sederajat se-Indonesia yang menjadi peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) XVI praktik membuat sabun (batang) dan biodiesel.

Agenda hari ke-4 PIRN 2017 yang bernama "Science Show" itu berlangsung pada Kamis (13/7/2017) sore di halaman SMA Negeri Modal Bangsa, Cot Geundreut, Aceh Besar.
 

Sebanyak 400 siswa SMA dibagi ke dalam 20 kelompok dimana setiap kelompok terdiri atas 17 siswa.

Setiap kelompok mendapat satu meja yang telah terisi dengan bahan eksperimen seperti minyak goreng, methanol, soda api, minyak atsiri, air mineral, dan alat untuk memanaskan.

Peneliti dari Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Yenny Meliana kepada Serambi mengatakan, sabun dan biodiesel merupakan produk yang sangat berguna yang dapat diciptakan melalui proses sederhana.

"Setiap kelompok siswa membuat sabun dari bahan sederhana. Sedangkan untuk biodiesel dicontohkan oleh instruktur," ujarnya.

Yenny mengatakan, bahan untuk membuat sabun sangat sederhana yaitu minyak goreng, gula tebu, soda api (pembersih), dan glicerol (pengental).

Sedangkan untuk biodiesel, bahan yang digunakan yakni minyak goreng dan methanol. Kedua percobaan direaksikan dengan cara dipanaskan di dalam panci berisi air.

"Proses membuat sabun cepat, yang lama menunggu sabun itu membeku. Kalau biodiesel prosesnya sekitar 45 menit sampai 2 jam tergantung banyaknya bahan," jelas Dr Yenny, yang kesehariannya meneliti nano emulsi untuk pembuatan kosmetik, obat, dan cat di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangerang.
 

Dr Yenny menambahkan, aroma sabun bisa disesuaikan dengan selera penggunanya. Apalagi katanya, Aceh terkenal kaya dengan minyak atsirinya seperti serai, pala, mawar, kenanga, melati, dan nilam.

"Nilam bahkan lebih bagus sebagai pengikat aroma. Sehingga aroma sabunnya bisa tahan lama," ujarnya.

Sementara Kepala Subbagian Pengayaan Ilmiah Masyarakat Biro Kerjasama Hukum dan Humas LIPI, Yutainten mengatakan, para peserta mendapat banyak pengalaman dalam kegiatan yang berlangsung dari 9 sampai 16 Juli 2017 di Aceh.


Sumber : tribunnews.com, 14 Juli 2017

Sivitas Terkait : Dr. Yenny Meliana M.Si.
Diakses : 57    Dibagikan :