SELENGGARAKAN INDONESIA SCIENCE EXPO 2017

 
 
SETIABUDI - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sukses menyelenggarakan Indonesia Science Expo (ISE) pada 2015. Keberhasilan tersebut membuat LIPI kembali mengadakan ISE. Penyelenggaraan ISE juga merupakan bentuk kesuksesan LIPI selama 50 tahun menjadi sebuah lembaga penelitian di Indonesia. ISE 2017 rencananya digelar pada 23-26 Oktober.

Tahun ini, LIPI akan menampilkan hasil-hasil riset peneliti dari kementerian dan lembaga negara. Bukan hanya itu, LIPI juga menampilkan hasil riset dari perguruan tinggi dan industri. Kegiatan tersebut berupa pameran industri, pameran perguruan tinggi serta lembaga penelitian dan pengembangan, serta 14 konferensi ilmiah internasional.

'ISE penting dilaksanakan karena berbagai hasil risetyang akan disampaikan berfungsi sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintahan," ungkap Wakil Kepala LIPI sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan 50 Tahun LIPI Bambang Subiyanto.

LIPI bertanggung jawab dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Fungsi ilmu pengetahuan adalah mengembangkan ilmu pengetahuan itu sendiri, memberikan kontribusi ilmu bagi kebijakan negara, dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan berbangsa. Dengan diselenggarakannya ISE, Bambang berharap segala fungsi dan tanggung jawab tersebut akan terpenuhi.

Dalam kegiatan ISE, LIPI juga memberikan wadah bagi remaja yang memiliki ketertarikan terhadap sains. Kegiatan itu berupa pameran hasil-hasil riset Youth Science Fair 2017, Science Based Industrial Innovation Award 2017, Pekan Inovasi Teknologi 2017, dan Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR). Bukan hanya kegiatan yang berkaitan dengan sains, LIPI juga mengadakan berbagai acara menarik yang diperuntukkan bagi generasi muda pada umumnya. Kegiatan tersebut, antara lain, Science movie, science art, sdenceshow, games, workshop, dan talkshow.

Peneliti Pusat Penelitian Perkembangan Iptek Trina Fizzanty mengungkapkan perlu diadakan program inovatif sehingga kaum pemuda tertarik terhadap iptek. "Supaya mereka tertarik pada iptek, perlu diadakan kegiatan yang kreatif dan inovatif. Tidak harus formal dan kaku," terangnya.

Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI Nur Tri Aries Suestiningtyas menyatakan, event tersebut diperuntukkan bagi semua kalangan. "Kegiatan ini terbuka untuk peneliti, industri, pelajai; dan masyarakat," ujarnya.

Laksana Tri Handoko, deputi bidang ilmu pengetahuan teknik (IPT), mengungkapkan bahwa LIPI ingin ISE menjadi kegiatan yang dimiliki publik. "Dengan melibatkan banyak pihak, kami ingin menunjukkan bahwa sains relevan untuk semua kalangan. Semua jadi ikut memiliki," jelasnya. (avi/co3/ali)

Sumber : Jawa Pos, edisi 09 Agustus 2017. Hal: 26

Sivitas Terkait : Yani Ruhyani
Diakses : 260    Dibagikan :