42 Jenis Makanan Tradisional Sudah Dikemas dengan Teknologi Kemasan

 
 
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bulan Teknologi 2017 merupakan sosialisasi dan branding kegiatan Pusat Unggulan Iptek "Teknologi Pengemasan Makanan Tradisional" BPTBA LIPI dalam bentuk Traditional Food Festival berupa pameran produk makanan tradisional. Acara ini digelar di Taman Pintar Yogyakarta, 8-10 September 2017.

Teknologi pengemasan makanan tradisional merupakan salah satu teknologi bunggul dari BPTBA LIPI yang telah melalui tahap riset pengemasan makanan tradisional sejak tahun 2004 dan mulai digunakan oleh masyarakat khususnya UKM sejak 2008. Hingga saat ini teknologi ini sudah digunakan oleh lebih dari 30 UKM di berbagai wilayah Indonesia.

Setidaknya ada 42 jenis resep makanan tradisional kuliner nusantara yang telah dikemas dengan teknologi ini. Seperti Gudeg, Rawon, Brongkos, Sayur Lombok Ijo, Mangut Lele, Rendang dan lainnya. Salah satu UKM yang telah memanfaatkan teknologi pengemasan ini adalah Gudeg Bu Tjitro.

Menurut Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Dr Laksana Tri Handoko, dengan dikemas makan lokal bisa berkompetisi karena bisa awet dan bisa dibawa kemana-mana.

"Dulu kalau beli gudeg di Yogya harus bawa kendil, tapi sekarang gak perlu khawatir karena ada gudeg kaleng. Hal ini juga bisa memperluas pasar," katanya, Jumat (8/9/2017).

Keunggulan teknologi pengemasan makanan tradisional ini adalah makanan menjadi awet tanpa bahan pengawet hingga 1 tahun lebih, selain juga tidak merubah cita rasa. Selain juga mudah dibawa ke luar daerah bahkan luar negeri dan makanan tradisional nusantara bisa menjadi mendunia.

Teknologi ini bisa diakses oleh masyarakat umum khususnya pelaku UKM dengan datang dan berkonsultasi ke Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA LIPI) yang berada di Playen, Gunungkidul selain juga bisa diakses melalui laman layanan.lipi.go.id.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber : jogja.tribunnews.com, 8 September 2017

Sivitas Terkait : Hardi Julendra S.Pt.,M.Sc.
Diakses : 47    Dibagikan :