Anggota Dewan Jajal Kapal Riset LIPI

 
 

WE Online, Jakarta - Sejumlah anggota Komisi VII DPR menjajal kapal riset Baruna Jaya VIII milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelajah perairan Kepulauan Seribu guna memahami kegiatan penelitian di lembaga tersebut.

Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain, Jakarta, Minggu (24/4/2016), mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dari program Science Briefing for Parliament yang sudah dimulai sejak 2015, sebagai bagian dari upaya diseminasi hasil penelitian LIPI selama ini kepada anggota dewan.

Anggota dewan, lanjutnya, sebenarnya juga bisa melihat langsung aktivitas penelitian kelautan, kelengkapan dan fungsi teknologi riset kelautan yang ada di dalam atau melekat pada kapal riset buatan Norwegia berusia 18 tahun tersebut Indonesia, menurut dia, memiliki total 11 kapal riset yang dioperasikan beberapa Kementerian/Lembaga, namun hanya enam saja yang benar-benar dapat beroperasi dan fungsi secara baik di lautan untuk keperluan penelitian.

Kapal riset ini dilengkapi dengan beberapa sensor yang melekat langsung pada kapal maupun yang tidak, dengan berbagai macam fungsi seperti mengetahui kedalaman, kontur dasar laut, suhu, arus, tingkat keasaman air laut, dan lain-lain. Dan semua sensor yang sensitif tersebut hanya mampu menghasilkan data yang presisi jika kapal tidak terlalu terguncang hebat saat terkena gelombang, kata Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Dirhamsyah.

"Bisa dirasakan sendiri kan, kapal ini lebih stabil tidak terlalu bergoyang hebat saat terkena gelombang. Usianya sudah 18, tapi masih sangat terawat dibandingkan dengan kapal riset seangkatannya," ujar dia.

LIPI, ia mengatakan juga memiliki kapal riset Baruna Jaya VII buatan PT PAL yang saat ini bersandar di Ambon, Maluku. Namun demikian kapal tersebut kurang mumpuni untuk bisa digunakan mengambil data kelautan, terlebih lagi di laut dalam.

Sejumlah anggota dewan yang menjajal kapal riset Baruna Jaya VII yakni Ketua Komisi VII Gus Irawan Pasaribu, Wakil Ketua Komisi VII Tamsil Lingrum, anggota Komisi VII dari Fraksi Gerindra Aryo P S Djojohadikusumo, dari Fraksi Golkar S W Yudha, Fraksi PKB Peggi Patricia Patricia Pattipi, Fraksi PKS Zulkieflimansyah, Fraksi PPP Joko Purwanto, Fraksi Nasdem Kurtubi. (Ant)


Sumber : Wartaekonomi.co.id, 24 April 2016

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnain