Anggota Komisi VII DPR Menjajal Kapal Riset Milik LIPI

 
 
JAKARTA, HarianBernas.com - Beberapa anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat menjajal kapal riset Baruna Jaya VIII milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk menjelajahi perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Minggu (24/4).

Anggota dewan yang ikut coba kapal riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia antara lain Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Gus Irawan Pasaribu, Wakil Ketua Komisi VII Tamsil Linrum, juga anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aryo P S Djojohadikusumo, S W Yudha, Peggy Patricia Pattipi, Zulkieflimansyah, Joko Purwanto, dan Kurtubi.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Iskandar Zulkarnain, mengemukakan aktivitas tersebut adalah bagian dari acara Science Briefing for Parliament yang dimulai sejak 2015 yang ditujukan untuk menyebarluaskan hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia terhadap anggota dewan.

Anggota dewan pun mampu menonton segera gerakan penelitian kelautan, juga kelengkapan dan fungsi teknologi riset kelautan yang ada di dalam atau melekat pada kapal riset berumur 18 tahun buatan Norwegia tersebut

Indonesia, menurut dirinya, mempunyai keseluruhan 11 kapal riset yang dioperasikan sekian banyak Kementerian/Lembaga, tapi cuma enam saja yang memang akan beroperasi dan berfungsi baik buat kebutuhan penelitian di lautan.

Kapal riset Baruna Jaya VIII di lengkapi dengan sekian banyak pemeriksaan yang melekat cepat pada kapal, bersama beraneka macam fungsi seperti mengetahui kedalaman, kontur basic laut, suhu, arus, dan tingkat keasaman air laut.

Dan seluruhnya pemeriksaan yang sensitif tersebut cuma bisa membuahkan data yang akurat jikalau kapal tak terlampaui terguncang hebat disaat terkena gelombang, kata Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Dirhamsyah.

    "Bisa dirasakan sendiri kan, kapal ini lebih stabil tidak terlalu bergoyang hebat saat terkena gelombang. Usianya sudah 18, tapi masih sangat terawat dibandingkan dengan kapal riset seangkatannya," ujar dia.

Dirinya meneruskan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pun mempunyai kapal riset Baruna Jaya VII buatan PT PAL yang sekarang sandar di Ambon, Maluku.

Tetapi kapal tersebut kurang mumpuni buat membawa data kelautan, lebih-lebih di laut dalam.

JAKARTA, HarianBernas.com - Beberapa anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat menjajal kapal riset Baruna Jaya VIII milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk menjelajahi perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Minggu (24/4).

Anggota dewan yang ikut coba kapal riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia antara lain Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Gus Irawan Pasaribu, Wakil Ketua Komisi VII Tamsil Linrum, juga anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aryo P S Djojohadikusumo, S W Yudha, Peggy Patricia Pattipi, Zulkieflimansyah, Joko Purwanto, dan Kurtubi.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Iskandar Zulkarnain, mengemukakan aktivitas tersebut adalah bagian dari acara Science Briefing for Parliament yang dimulai sejak 2015 yang ditujukan untuk menyebarluaskan hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia terhadap anggota dewan.

Anggota dewan pun mampu menonton segera gerakan penelitian kelautan, juga kelengkapan dan fungsi teknologi riset kelautan yang ada di dalam atau melekat pada kapal riset berumur 18 tahun buatan Norwegia tersebut

Indonesia, menurut dirinya, mempunyai keseluruhan 11 kapal riset yang dioperasikan sekian banyak Kementerian/Lembaga, tapi cuma enam saja yang memang akan beroperasi dan berfungsi baik buat kebutuhan penelitian di lautan.

Kapal riset Baruna Jaya VIII di lengkapi dengan sekian banyak pemeriksaan yang melekat cepat pada kapal, bersama beraneka macam fungsi seperti mengetahui kedalaman, kontur basic laut, suhu, arus, dan tingkat keasaman air laut.

Dan seluruhnya pemeriksaan yang sensitif tersebut cuma bisa membuahkan data yang akurat jikalau kapal tak terlampaui terguncang hebat disaat terkena gelombang, kata Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Dirhamsyah.

"Bisa dirasakan sendiri kan, kapal ini lebih stabil tidak terlalu bergoyang hebat saat terkena gelombang. Usianya sudah 18, tapi masih sangat terawat dibandingkan dengan kapal riset seangkatannya," ujar dia.

Dirinya meneruskan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pun mempunyai kapal riset Baruna Jaya VII buatan PT PAL yang sekarang sandar di Ambon, Maluku.

Tetapi kapal tersebut kurang mumpuni buat membawa data kelautan, lebih-lebih di laut dalam.

- See more at: http://www.harianbernas.com/berita-13949-Anggota-Komisi-VII-DPR-Menjajal-Kapal-Riset-Milik-LIPI.html#sthash.D91ccBB8.dpuf

Sumber : Harianbernas.com, 24 April 2016

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnain