Di Kebun Raya Cibodas, Bunga Bangkai Ini Mekar Tertinggi

 
 

Jakarta-Setelah sempat diwarnai insiden kerusakan, bunga bangkai yang baru mekar di Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Tumbuhan (UPT BKT) Kebun Raya Cibodas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akhirnya bisa dinikmati masyarakat. Bunga yang bernama latin amorphophallus titanum becc tersebut telah mekar sempurna pada Senin (7/3) dengan tinggi mencapai 3,735 meter.

Kepala UPT BKT Kebun Raya Cibodas LIPI Agus Suhatman mengatakan, bunga bangkai jenis ini telah berbunga untuk yang ke empat kalinya. "Namun yang mekar saat ini merupakan bunga tertinggi dari spesimen koleksi bunga bangkai yang sama, bahkan paling tinggi di antara bunga yang pernah mekar di Kebun Raya Cibodas," katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (8/3).

Koleksi Bunga Bangkai tersebut merupakan tanaman induk dari hasil kegiatan eksplorasi flora di Bukit Sungai Talang, Dusun Sungai Manau, Desa Sungai Kalu Dua, Kecamatan Koto Parik Gadang, Resort Batang Suliti, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Kabupaten Solok Sumatera Barat, di ketinggian 840 meter di atas permukaan laut pada tahun 2000.

Berdasarkan data perbungaan, Bunga Bangkai tersebut mekar untuk pertama kali pada tahun 2003 dengan tinggi perbungaan mencapai 2,7 meter, tahun 2007 mencapai tinggi 3,17 meter, tahun 2011 tinggi perbungaan 3,2 meter, dan tahun 2016 mencapai tinggi 3,735 meter.

Sebagai informasi, amorphophallus titanum ditemukan pertama kali oleh Odoardo Beccari, ahli botani Italia pada tahun 1878, di Lembah Anai, Sumatera Barat. Jenis ini hanya tumbuh endemik di hutan hujan tropik Sumatera, Indonesia. Tumbuhan ini umumnya hidup di hutan sekunder dimana keadaan tumbuhan dan sekitarnya tidak terlalu rapat dan gelap. Pada hutan-hutan (virgin forest) yang pertumbuhan pohon-pohonnya tinggi dan keadaan sekitarnya gelap, Bunga Bangkai tidak dapat tumbuh.

Agus menambahkan, tanah yang tepat untuk Bunga Bangkai adalah yang mempunyai aerasi baik, gembur, penuh humus atau tanah yang berkapur. Bunga itu tumbuh dengan baik pada ketinggian 0 - 1.200 meter di atas permukaan laut. Siklus hidup amorphophallus titanum mengalami tiga fase, yaitu fase vegetatif (berdaun), fase generatif (berbunga) dan fase dorman (istirahat). "Bunga Bangkai membutuhkan waktu minimal 11 tahun untuk berbunga. Setelah itu, mengalami fase layu atau dorman dan empat tahun selanjutnya berbunga kembali," ujar Agus.

Menurutnya, meskipun letak geografis Kebun Raya Cibodas LIPI relatif lebih tinggi dibandingkan habitat alaminya, tumbuhan ini dapat tumbuh dan beradaptasi dengan baik. Hal ini karena Bunga Bangkai juga bisa hidup pada ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. Dikatakannya, Bunga Bangkai tersebut hanya bisa dinikmati sempurna dalam waktu kurang dari satu minggu. Untuk keamanan, sampai saat ini sekeliling bunga telah dipagari, tapi pengunjung masih bisa melihat dari jarak dekat. "Kami menambahkan paranet di sekeliling Bunga Bangkai agar kejadian penumpukan bunga bangkai kemarin tidak terulang lagi," ujar Agus.

Ia tidak memungkiri bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk melihat bunga tersebut. Pihaknya terbuka, jika ada masyarakat yang ingin mengetahui tentang bunga bangkai tersebut.

Ari Supriyanti Rikin/WBP


Sumber : Beritasatu.com, 8 Maret 2016

Diakses : 1299    Dibagikan :