HARUS BERPIKIR INOVATIF DAN LEBIH KREATIF

 
 
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus berupaya untuk membina peneliti muda Indonesia. Salah satu cara untuk memaksimalkannya adalah kerja sama yang dijalin bersama British Council dalam melakukan on site mentoring kepada peneliti muda Indonesia peserta Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-48.

Kepala Biro Kerja Sama Hukum dan Humas LIPI Nur Tri Aries Suestiningtyas menyatakan, LKIR merupakan wadah untuk membina karya inovasi para peneliti muda yang masih menjadi pelajar. Terdapat empat bidang penelitian yang dilombakan dalam acara tersebut Yaitu, ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan (IPSK), ilmu pengetahuan hayati (IPH), ilmu pengetahuan teknik (DPT), dan ilmu pengetahuan kebumian dan maritim (IPKM).

"Itu salah satu upaya kami dalam menjalankan tugas, yakni mengembangkan penelitian. Mengajak anak-anak berpikir inovatif dan kreatif," ucap Nur di gedung LIPI beberapa waktu lalu.

Nur menjelaskan, para peserta tersebut merupakan siswa yang proposal penelitiannya telah disaring dan dinyatakan lolos. Selanjurnya, mereka dibimbing para mentor dari LIPI. Terdapat 56 yang telah disaring di antara 3.203 proposal, baik individu maupun tim.

Para peneliti muda tersebut akan didampingi 46 mentor dari LIPI yang ahli di bidangnya masing-masing. Nur berharap dari inovasi yang didptakan para peserta kelak dapat bermanfaat bagi lingkungan sekaligus menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.

"Meneliti artinya melakukan perubahan proses berpikir. Dasarnya dari rumusan masalah, kemudian melakukan proses sistematis melalui metodologi. Namun, tujuan akhirnya harus tetap bisa dimanfaatkan dan diaplikasikan dalam kehidupan," tutur Nur.

Sementara itu, Direktur Pendidikan dan Kemasyarakatan British Council Indonesia Teresa Birks mengungkapkan, kerja sama tersebut merupakan bentuk dukungan dalam pengembangan budaya riset di kalangan generasi muda Indonesia. Pelaksanaannya didanai pemerintah Inggris melalui Newton Fund Programme.

"Kami berharap ilmuwan menjadi profesi yang patut dilakukan generasi muda Indonesia di masa depan. Generasi muda jangan takut berpikir perspektif baru dan harus menjadi unggul," ucap Teresa.

Dia menambahkan, rasa penasaran dan keingintahuan adalah kekuatan anak muda. Karena itu, dia mengajak semua pihak membantu serta mendukung peneliti muda agar tumbuh dan berkembang dalam suasana kehidupan iptek yang baik. "Tentu, program tersebut untuk terus memotivasi anak muda melakukan penelitian sehingga memunculkan peneliti-peneliti muda Indonesia yang kreatif," tandas Teresa. (rel/co4/ind)

Sumber : Jawa Pos, edisi 4 Juli 2016. Hal: 30

Sivitas Terkait : Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas S.IP., M.A.
Diakses : 984    Dibagikan :