LIPI BEKERJA SAMA DENGAN UNIVERSITY OF QUEENSLAND

 
 
Tahun ini, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggandeng University of Queensland (UQ) sebagai mitra penelitian. Hal itu dilakukan untuk mendukung serta memperkuat penelitian pembangunan daerah terpencil dan pembangunan ketahanan kota dalam menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain saat diwawancarai di kantor Sasana Widya Sarwono LIPI kemarin (26/4). Dia menuturkan, saat ini, terdapat dua tema besar penelitian yang dikembangkan LIPI. Yaitu, pembangunan daerah terpencil dan pembangunan ketahanan kota dalam menghadapi tantangan. Pembangunan daerah terpencil akan difokuskan di Lombok dan Ambon. Sementara itu, penelitian ketahanan kota dilakukan di tiga kota besan Yaitu, Jakarta, Surabaya, dan Semarang. "Kami pikir persoalan-persoalan tersebut kini tengah dihadapi. Perlu ada penelitian dan riset untuk memberikan solusi bagaimana suatu wilayah diperlakukan," papar Iskandar.

Dia menyatakan, output penelitian tersebut adalah menciptakan grand design alternatif untuk mengelola kota. Dengan begitu, kota menjadi tangguh untuk ditinggali dan tanggap terhadap bencana. Selain itu, tercipta model pembangunan di daerah terpencil yang sesuai dengan ekologi lingkungan.

Menurut Iskandar, untuk memperkuat penelitian tersebut, UQ sudah bersedia menjadi mitra dan donatur. "Kami sepakat berkolaborasi tiga tahun ke depan dalam penelitian ini. Dana dari UQ sebesar 300 ribu dolar Australia dan kami Rp 800 juta," ucapnya.

Iskandar menyatakan, UQ merupakan mitra internasional yang memiliki kesamaan misi dalam membangun iptek dan inovasi. Dia mengungkapkan, selain untuk memperkuat penelitian yang tengah dikembangkan, kerja sama itu dapat dimanfaatkan sumber daya manusia (SDM) dari kedua pihak untuk saling bertukar informasi dan meningkatkan kualitas tiap-tiap lembaga. "Kolaborasi ini tentu akan menguntungkan kedua pihak. Baik dari peneliti kami maupun peneliti UQ," paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor UQ Peter Hoj menyatakan kesiapannya untuk membantu dan memperkuat riset LIPI. Menurut dia, pemberian dana bantuan merupakan upaya untuk meningkatkan hubungan kerja sama antara UQ dan LIPI sebagai lembaga penelitian terbesar di Indonesia. "Tentu, dengan adanya kolaborasi ini, kami harap kerja sama semakin terjalin erat," ujarnya. Peter menambahkan, salah satu tujuan kerja sama itu adalah memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan sosial dan kemasyarakatan yang berkaitan dengan lingkungan, 

(rel/col/ali)

Sumber : Jawa Pos, edisi 27 April 2016. Hal: 30

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnain
Diakses : 861    Dibagikan :