LIPI Budidayakan Ikan Asli Danau Maninjau

 
 
Lubuk Basung, (Antara Sumbar) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membudidaya lima jenis ikan asli Danau Maninjau, untuk dilepaskan ke danau vulkanik itu agar tidak punah nantinya.

"Budidaya ikan asli Danau Maninjau ini telah kita lakukan beberapa tahun yang lalu," kata Peneliti Pratama UPT Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau LIPI Agam Sutrisno di Lubuk Basung, Minggu.

Ia mengatakan, kelima ikan yang dibudidaya itu yakni, ikan gariang, asang, gupareh, bada dan rinuak.

Saat ini jumlah ikan gariang sebanyak 30 ekor berupa induk, asang sebanyak 50.000 ekor berupa induk dan anak, bada sebanyak 200.000 ekor induk dan anak, gupareh sebanyak 300 ekor berupa induk, rinuak ratusan ekor berupa induk. 

"Khusus ikan rinuak, pertama kali kita budidaya, karena budidaya ini hanya secara alami di Danau Maninjau. Mudah-mudahan budidaya ikan rinuak ini sukses nantinya," tambahnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan melepas bibit ikan tersebut ke Danau Maninjau setelah besar. 

Ini bertujuan agar ikan asli danau tidak punah, karena ikan-ikan asli danau sudah mulai punah akibat tubo belerang dan penangkapan ikan dengan mengunakan racun.

"Saat ini ikan asli danau yang sulit ditemukan yakni, betok, sidat, cide-cide dan lainnya," katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Agam Ermanto, menambahkan, memberikan apresiasi kepada UPT Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau LIPI yang telah melakukan budidaya ikan asli danau.

"Kita sangat mendukung ini sehingga ikan asli danau tidak akan punah," katanya.

DKP Agam, tambahnya, juga berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan biota danau agar tidak punah dengan cara melakukan budidaya. (*)

Editor : M R Denya

Sumber : antarasumbar.com, 13 November 2016

Sivitas Terkait : Sutrisno
Diakses : 1624    Dibagikan :