LIPI Dukung Pemakaian PHO

 
 
GRESIK (BM) - Semakin berkurangnya lahan pertanian di Kabupaten Gresik, otomatis berdampak akan mengurangi hasil panen. Fenomena ini dijelaskan Kepala Deputi Jasa Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bambang Subianto ketika memberi sosialisasi kepada ratusan warga tentang pembuatan pupuk dan penggunaan pupuk organik hayati (PHO) di Balai Penyuluhan Pertanian Gresik, Kamis (4/8).
 
Bambang mengatakan, negara bisa maju kalau menggunakan penelitian dari segala bidang. Tak hanya pada bidang pertanian, tapi bidang air, energi dan pangan, seperti instruksi dari Presiden Joko Widodo. 
 
"Kami ingin yang diberikan kepada masyarakat harus terbuktikan, dan jangan sampai tidak ada hasilnya. Dengan menggunakan pupuk kimia, hasil produksi padi sekali panen berkisar 6-7 ton. Tapi dengan pupuk organik, hasilnya bisa mencapai 12 ton. Hasil ini pernah kami buktikan di Kabupaten Ngawi," ujar Bambang.
 
Bambang menjelaskan, dengan modal Rp 10 ribu, warga bisa membuat pupuk tersebut. Setelah jadi, pupuk bisa dijual seharga Rp 40 ribu. Selisih ini sudah jadi gambaran keuntungan yang didapat dari hasil produksi pupuk ramah lingkungan tersebut.
 
Anggota DPR RI FPG, Eny Maulani yang hadir dalam acara bertajuk "Diseminasi Hasil-Hasil Penelitian" oleh LIPI ini, berharap kegiatan tersebut tak hanya dilakukan sekali saja, namun bisa berkelanjutan. 
“Kami terus mendorong lembaga non kepemerintahan untuk terus mendorong supaya meneliti yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Seperti saat ini masyarakat butuh pupuk dan pasca panen bisa dilakukan dengan baik. Saya mendukung program ini," ujarnya.
 
Untuk meyakinkan kalau pupuk organik hasil LIPI ini bisa membuahkan hasil yang baik, pihaknya akan membuat pilot project di Gresik. "Saya akan siapkan lahan antara 2-5 hektar untuk uji coba pupuk organik tersebut. Sehingga, petani di Gresik bisa tahu hasilnya dan bisa mencontoh," katanya. " Kita juga akan lakukan panen raya," sambungnya. (sgg/zen/epe)

Sumber : beritametro.co, Jumat 5 Agustus 2016

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnain
Diakses : 623    Dibagikan :