LIPI Gelar Seminar Perkembangan Teknologi Bidang Elektromagnetik

 
 

JAKARTA, (PR).- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian menggelar seminar bertajuk "Communication Technology on Electromagnetic Compatibility (EMC): Satellite and Digital TV", berlangsung di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Rabu 1 Juni 2016.

Seminar yang merupakan hasil kerja sama dengan Masyarakat EMC itu dibuka oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Laksana Tri Handoko. Ratusan peserta hadir dalam kegiatan ilmiah tersebut.

Kepala Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI Agus Fanar Syukri menuturkan, seminar ini membahas perkembangan teknologi dalam bidang elektromagnetik secara mendalam. Seminar juga mempertemukan berbagai kalangan seperti industri, akademisi, dan regulator, sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk elektronika Indonesia di kancah internasional.

“LIPI selalu membuka pintu untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terutama untuk pengembangan iptek bidang teknologi pengujian elektromagnetik, baik dengan perguruan tinggi, instansi, dan industri," ujarnya.

Electromagnetic Compatibility (EMC) adalah kemampuan suatu peralatan atau sistem untuk beroperasi secara normal di lingkungan elektromagnetik tanpa terpengaruh ataupun menghasilkan interferensi terhadap lingkungannya. Sementara itu, pengujian EMC berarti suatu pengujian yang melihat apakah suatu produk teknologi digital mampu beroperasi normal dan aman bagi penggunanya.

Rangkaian seminar sendiri memaparkan sejumlah tema, antara lain Perkembangan Teknologi Satelit Saat ini (Lapan), Design Product to Comply with EMC Test (ETS Lindgren), Satellite Testing Method based on MIL STD (PT Quantel), Kesiapan dan Infrastruktur Metrologi EMC (KAN), Digital Video Broadcast System and Requirements (EMS Technology), dan EMC Testing on TV Digital (JS Denki).

Dalam acara tersebut terungkap bahwa pengujian “Electromagnetic Compatibility” (EMC) merupakan salah satu aspek penting dalam komersialisasi dan perlindungan konsumen atau pengguna peralatan digital agar aman dan nyaman digunakan.***


Sumber : Pikiran Rakyat, 2 Juni 2016

Sivitas Terkait : Agus Fanar Syukri Ph.D.
Diakses : 582    Dibagikan :