LIPI: Kukang Berubah Perilaku Saat Gerhana Matahari

 
 
CIBINONG, KOMPAS.com — Para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merampungkan hasil penelitian mereka mengenai respons fauna terhadap Gerhana Matahari di penangkaran hewan Cibinong Science Center LIPI di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Bagaimana hasilnya? Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan langsung atau menggunakan kamera terhadap fauna di tiga penakaran hewan untuk jenis mamalia kecil, unggas, dan reptil.

Untuk jenis mamalia yang diamati peneliti LIPI Bidang Laboratorium Nutrisi dan Penangkaran Satwa Liar Pusat Penelitian Biologi LIPI, Wartika Rosa Farida, hewan jenis kukang paling berpengaruh saat Gerhana Matahari.

Pada pengamatan pukul 05.00, kukang yang merupakan hewan nokturnal (beraktivitas pada malam hari) itu masih beraktivitas.

Pukul 05.30, saat cahaya matahari mulai muncul, kukang mulai berhenti aktivitas. Pukul 06.00, kukang masuk ke sarangnya dan beristirahat. Namun, pada saat fenomena Gerhana Matahari mulai terjadi, kukang mulai bereaksi.

"Pukul 07.30, di sini terlihat kukang kembali bangun dan terlihat terjaga menoleh kanan kiri, diduga karena adanya pengaruh pengurangan cahaya. Kurang merasa bahwa hari sudah mulai gelap sehingga terjadi perubahan perilaku," kata Rosa pada saat mengemukakan hasil pengamatannya di Gedung Widyastwaloka, Cibinong Science Center LIPI, di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/3/2016).

Tak hanya kukang, Rosa juga mengamati landak. Tampaknya, landak tidak terpengaruh dengan fenomena gerhana itu. Meski merupakan hewan diurnal (beraktivitas pada siang hari), landak, menurut dia, sudah beraktivitas pada pukul 05.00.

"Pada landak, tidak ada perubahan perilaku," ujar Rosa.

Selain landak, tiga jenis hewan lain, yakni bajing tiga warna, jelarang, oposume layang, atau sugar glider, juga diamati.

Menurut Rosa, bajing tiga warna tidak mengalami perubahan perilaku. Demikian juga jelarang yang tidak terpengaruh penurunan cahaya saat terjadi Gerhana Matahari.

"Oposume layang atau sugar glider juga tidak terpengaruh dengan fenomena alam ini. Dia tetap terjaga," ujar Rosa.

Sebelumnya, peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melakukan penelitian terkait respons fauna terhadap Gerhana Matahari di penangkaran hewan Cibinong Science Center LIPI, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Penelitian dilakukan untuk mengamati perilaku hewan saat gerhana, misalnya lokomosi (bergerak), membersihkan tubuh, beristirahat, beraktivitas makan, minum, dan lainnya.

Sejumlah hewan yang diamati, lanjut dia, ialah kukang jawa, kukang sumatera, jelarang, landak jawa, landak raya, serta lainnya.

Sumber : Kompas.com, 9 Maret 2016