LIPI Lakukan Ekspedisi Penelitian ke Sumba, Sulbar dan Papua Barat

 
 

KBRN, Jakarta : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berupaya mengeksplorasi dan menyingkap segala keanekaragaman hayati yang masih tersembunyi di berbagai pelosok Nusantara. Upaya itu dalam bentuk Ekspedisi penelitian ke pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat dan Tambrauw, di Papua Barat.

Kepala LIPI, Prof. Iskandar Zulkarnain mengatakan Indonesia merupakan mega biodiversitas, namun belum semua potensi biodiversitasnya diketahui, baik yang hidup maupun spesimen. Salah satunya adalah Pulau Sumba di Kawasan Wallacea yang memiliki keunikan flora, fauna dan mikrobiologi.

“Sejumlah data, informasi, kondisi, potensi keragaman hayati sangat penting untuk masyarakat dan pemerintah agar dapat memanfaatkannya, merencanakan pembangunannya kedepan,” kata Iskandar Zulkanarnin, ketika meluncurkan Ekspedisi Widya Nusantara (E-WIN)2016 di Jakarta, Jumat (8/4/2016).

Pulau Sumba dipilih karena memiliki flara dan fauna endemik seperti Dehaasia sumbaenxix (Lauraceae), Amycema poluttrias (Loranthaceae) dan Tropidia multiflora (Orchedaceae) dan fauna endemik antara Julang Sumba (Rhyticeors everitii) dan Celepuk Sumba (Ninox rudolfi).

Ekspedisi yang melibatkan 100 peneliti dan teknisi ke tiga wilayah itu didukung oleh 3 deputi yaitu deputi Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH), deputi Ilmu Kebumian (IPK), dan deputi Ilmu Pengetahuan Kemanusian (IPSK).

Selain di Pulau Sumba, LIPI juga melakukan eskplorasi di gunung Gadang Dewata, Sulawesi Barat dan Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Kegiatan Ekspedisi yang diberangkatkan 15 April 2016, berlangsung selama 3 minggu, menghabiskan anggaran Rp. 2,1 miliar. (AA/ds)


Sumber : RRI.co.id, 8 April 2016

Diakses : 651    Dibagikan :