LIPI Pantau Ancaman Gerakan Tanah di Lahan Kritis

 
 
JAKARTA (HN) - Tim peneliti gabungan dari Pusat Penelitian Geoteknologi dan Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak Selasa (27/4) hingga Rabu (4/5) telah melakukan pemasangan sistem pemantauan gerakan tanah di kampung Sidamukti dan Babakan Salam, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat.

"Lereng-lereng di lokasi pemukiman ini mengalami retakan pada tahun lalu. Pemasangan sistem pemantauan ini untuk mendukung kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman pergerakan lereng," kata Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Adrin Tohari sebagaimana dikutip laman lipi.go.id, Senin (9/5).

Sistem yang bernama LIPI WISE-LAND (Wireless Sensor Network for Landslide Monitoring) itu dilengkapi dengan empat unit tiltmeter atau alat untuk mendeteksi perubahan kemiringan permukaan tanah akibat pergerakan lereng.

Selain itu, juga terpasang ekstensometer yakni perangkat elektronika yang berfungsi mengukur parameter pergeseran tanah.

"Semua peralatan menggunakan teknologi nirkabel dan mempunyai keunggulan dapat mencakup wilayah pemantauan yang lebih luas," ujarnya.

LIPI WISE-LAND juga dapat mengirim data secara real time ke server melalui jaringan GSM.

"Kami sedang menjalin kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung untuk pemanfaatan lebih lanjut guna mendukung mitigasi bencana," kata Adrin.

Reportase : Herman Sina
Editor : Herman Sina

Sumber : Harian Nasional, 9 Mei 2016

Sivitas Terkait : Dr. Adrin Tohari