LIPI Temukan Perilaku Unik Satwa Saat Gerhana Matahari

 
 

[BOGOR] Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan perilaku unik satwa saat pengamatan gerhana matahari total (GMT) dan gerhana matahari sebagian (GMS) di berbagai lokasi.

Lokasi pengamatan satwa tersebut antara lain penangkaran satwa di Cibinong Science Center (CSC) Bogor, Kebun Raya Bogor (KRB), Palu dan Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah.

Kepala Pusat Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Hari Sutrisno mengatakan, dari hasil laporan dan pengamatan di beberapa lokasi pengamatan ada hal-hal menarik yang ditunjukkan satwa.

Kejadian di KRB dan Palu, kalong yang diamati misalnya, pagi hari sebelum gerhana kalong berisik bergelayut di pohon. Pada saat matahari mulai tertutup, kalong tersebut diam dan tidak beraktivitas.

"Perilaku babi juga unik, makan dan ketika sinar matahari mulai tertutup, babi berhenti makan, berbaring tidur beberapa saat terus makan lagi setelah matahari kembali bersinar," katanya di Pusat Zoologi LIPI di CSC, Bogor, Rabu (9/3).

Satwa lain yang diteliti adalah serangga seperti tonggeret dan kumbang kotoran. Hari menjelaskan, tonggeret ketika matahari meredup berbunyi riuh rendah dan berpikir bahwa kondisi itu adalah malam hari.

"Kumbang kotoran pagi hari aktif mendorong-dorong kotoran begitu matahari tertutup buru-buru mencari tempat berlubang dikira siang telah berakhir. Setelah matahari muncul aktif lagi," ucapnya.

Pengamatan dilakukan dengan mengunakan kamera tersembunyi dan video dengan tidak mengganggu sensitifitas satwa tersebut.

Sementara laporan yang diterima Hari melalui komunikasi lewat ponsel dari peneliti di Taman Nasional Lore Lindu memperlihatkan bahwa, burung Maleo betina dan anakan ketika GMT diam dan sebelumnya gelisah mondar-mandir.

Sedangkan Maleo jantan saat GMT terbang ke atas pohon tempat tidurnya, mengira gelap dan waktu beristirahat. [R-15/L-8]

Sumber : Suara Pembaruan (sp.beritasatu.com), 9 Maret 2016