PERLINDUNGAN WARGA PESISIR MINIM

 
 
LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai u-paya pengurangan risiko bencana dan perlindungan sosial terhadap masyarakat wilayah pesisir kurang maksimal.

Untuk memastikan kebijakan publik mengenai pengurangan risiko bencana dan perlindungan sosial terhadap masyarakat wilayah pesisir berjalan tepat, LIPI akan melakukan riset sekaligus menyusun kerangka kerja yang aplikatif.

"Kami melihat perhatian terhadap wilayah pesisir dalam konteks kebencanaan, baik aspek pencegahan, penanganan darurat, maupun pascabencana kurang mendapat perhatian. Kebijakan publik yang ada selama ini masih bersifat umum," kata Kepala Pusat Penelitian Kepen-dudukan LIPI Sri Sunarti Purwaningsih di kantornya, kemarin.

Rencananya, hasil kajian disampaikan kepada pemerintah sebagai usulan atas kebijakan publik menyangkut pengurangan risiko bencana.
Menurutnya, riset itu akan dilakukan lewat bekerja sama dengan United Nations Educa-tional, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

'Terutama kami ingin mendapat gambaran untuk mengoptimalkan hasil riset terkait dengan pengurangan risiko bencana dan perlindungan sosial agar dapat digunakan sebagai landasan penyusunan kebijakan publik secara inklusif, termasuk kelompok rentan, penyandang disabili-tas, dan masyarakat miskin," jelas Sri.

Aspek pengurangan risiko bencana dan perlindungan sosial, tambahnya, terkait dengan kondisi Indonesia yang secara geologis dan geografis rentan terhadap bencana alam dan manmade. Padahal, jumlah penduduk yang terekspos dan berisiko menghadapi bencana sangat besar, termasuk penduduk yang tinggal di wilayah pesisir.

Frekuensi berbagai jenis bencana di Indonesia, ujar Sri, meningkat rata-rata 10% dalam 10 tahun terakhir.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI Tri Nuke Pudjiastuti menambahkan, Indonesia secara geologis, hidrologis, klimatologis, dan ekologis sangat rentan terkena bencana. (Ths/H-2)

Sumber : Media Indonesia, edisi 29 Agustus 2017. Hal: 23

Sivitas Terkait : Yani Ruhyani
Diakses : 1618    Dibagikan :