Pemerintah Kucurkan Rp 65 M untuk Biayai Penelitian

 
 


Pemerintah mendanai tujuh proposal penelitian perguruan tinggi yang dikerjasamakan dengan dunia industri. Adapun nilai investasinya mencapai Rp65 miliar.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) M Nasir mengatakan, tercatat ada 701 hasil riset yang masuk kementerian yang dipimpinnya, namun hasil yang bisa diindustrikan tidak lebih dari 10 penelitian.

Oleh karena itu, dalam rangka mendorong hilirisasi produk inovasi perguruan tinggi ke industri, maka Kemenristek-Dikti mendanai proposal riset tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) berbadan hukum (BH).

"Kita danai proposal penelitian agar produkinovasi bisa menjadi hasil industri. PTN BH pun nanti bisa menjadi teaching industry," katanya saat konferensi pers Penandatanganan Kontrak Inovasi Perguruan Tinggi di Industri, di Jakarta kemarin.

Ada tujuh proposal PTN yang didanai Kemenristek-Dikti, yakni dari Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Gadjah Mada (UGM).

Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Inovasi Kemenristek-Dikti Jumain Appe mengatakan, total dana yang digelontorkan untuk membiayai ketujuh proposal tersebut senilai Rp65 miliar. 

Rata-rata penelitian yang akan didanai senilai Rp 9 miliar per tahun, dia menjanjikan tahun depan dana akan ditingkatkan terlebih ada 23 produk inovasi yang diajukan perguruan tinggi.

Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan, kampusnya mengembangkan industri pembibitan sapi lokal dari spesies sapi Sumbawa dan Madura menjadi bibit unggul. 

Unhas juga akan diberikan motivasi bisnis agar konsep penjualan sederhana saat ini merugikan peternak. Konsep peternakannya akan dipadukan dengan badan usaha milik rakyat peternak sehingga harga jual daging bisa menyejahterakan peternak.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna P Sugarda menjelaskan, penelitian yang sedang dikembangkan mereka ialah ring jantung yang kini sedang uji klinis. Penyakit jantung adalah penyakit mematikan sementara ring jantung yang dibutuhkan pasien masih harus impor. 

Harganya pun selangit bisa mencapai Rp 40 jutaan, tapi jika uji klinis berhasil, maka harga ring itu bisa ditekan tiga kali lebih murah. Sedangkan ITS sedang meneliti riset pembuatan kapal yang bisa menangkap dan membawa ikan tangkapan ke daratan dalam keadaan hidup.

Sekretaris Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Nuramaliati Prijono mengatakan, generasi muda harus menanamkan budaya meneliti sehingga daya saing Indonesia meningkat dan mendorong percepatan inovasi. 

"Adanya kompetisi ilmiah bisa mengarahkan generasi muda untuk berpikir kritis menjadi penelitian dan menjadi motor pembangunan bangsa," katanya di kantornya.

LIPI mengadakan Lomba Karya Ilmiah Remaja(LKIR)ke-48 dan National Young Investor Award (NYIA) tahun ini. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Laksana Tri Handoko menjelaskan, pada 2015 lalu, jumlah proposal karya ilmiah yang diajukan peserta naik sekitar 30% dibanding 2014, yakni dari 1.700 menjadi 2.041 proposal serta 600 usulan karya inovasi remaja. Menurut dia,ini tren positif dalam pengembangan minat penelitian di kalangan remaja.

Bersama dengan British Council, LIPI memberangkatkan pemenang LKIR tahun lalu ke Edinburg Science Festival pada 27 Maret-1 April.

Sumber : Koran Sindo, edisi 8 Maret 2016. Hal: 2

Diakses : 3193    Dibagikan :