Peneliti LIPI: Bakteri E Coli Bisa Ancam Penghuni Pulau Reklamasi

 
 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sarjiya Antonius mengatakan pengetahuan biologi secara umum jika manusia merubah ekosistem suatu tempat pasti akan berdampak pada lingkungan tersebut. Tak terkecuali megaproyek reklamasi yang terjadi di Teluk Jakarta. Pembangunan 17 pulau baru tersebut dapat merubah kualitas perairan, keseimbangan dan kehidupan di sana.

Salah satu contohnya adalah pembuangan limbah kotoran manusia yang akan menghuni pulau-pulau baru itu. Dia menjelaskan, bakteri Escherichia Coli yang ditemukan di kotoran manusia dapat muncul karena perkembangan kehidupan manusia. Bakteri itu  akan menjadi bumerang bagi kehidupan manusia disana.

"Dampak hunian dari komplek itu, akan ada penyebaran bakteri E.Coli dan sebagainya,"kata dia saat dihubungi, Rabu (6/4). Memang, kata dia, Singapura bisa meminimalisir dampak bakteri tersebut dengan pengelolaan limbah yang bagus. Efeknya pun tidak parah dan dapat dihindari.

Pertanyaannya, dia menjelaskan, apakah pemerintah dapat melakukan reklamasi seperti Singapura. Selain itu, yang harus diperhatikan adalah perbedaan masalah sosial di Indonesia dan Singapura.

"Cuma yang harus kita lihat masalah sosial di Indonesia, berbeda dengan sosial di Singapura. Itu yang harus dipertimbangkan," kata dia. "Meskipun secara biologi atau secara ilmiah dapat diatasi, namun secara sosial bisa diatasi tidak? Sehingga perlu diperhatikan,"tambahnya.

Belum lagi Sarjiwa menuturkan konsep utama terjadinya ekosistem kehidupan adalah siklus makanan. Misalkan ekosistem berubah, maka hewan di sana akan berpindah tempat."Karena prinsip kehidupan dari apapun dia akan terganggu, jika ekosistem alamnya mendapatkan campur tangan atau modifikasi manusia, seperti contohnya reklamasi," kata dia.

Seperti jika terjadi perubahan ekosistem dan merubah siklus makanan di laut, maka ikan akan pergi dari sana. Sehingga nelayan yang biasa mencari ikan di pesisir harus menangkap ikan lebih jauh lagi.

Sumber : Republika.co.id, 6 April 2016

Diakses : 2061    Dibagikan :