Penelitian Hanya Fokus Sains

 
 
JAKARTA -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tidak menampik bahwa penelitian di Indonesia memang kurang dilirik oleh dunia industri. Menurut Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain, penyebab utamanya karena peneliti Indonesia hanya berpikir pada aspek sains dan teknologi.

"Masalah utama penelitian tidak dilirik oleh industri karena banyak peneliti yang tidak memikirkan ide gagasan agar diterima oleh industri," kata Iskandar saat pembukaan Workshop on Research Commercialization and Innovation Management di gedung LIPI, Jakarta, Senin (11/4).

Peneliti banyak melupakan tentang bagaimana temuannya bisa digunakan oleh pengguna dan industri. LIPI mulai menjalin kerja sama dengan school of business Universitas Queensland, Australia. Upaya ini dilakukan agar bisa belajar banyak hal terutama tentang teknologi dengan Australia. Langkah awal kerja sama ini dengan melakukan lokakarya bersama untuk berbagi ilmu.

Kerja sama ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 2014. Namun, selama ini, kerja sama antara kedua negara hanya berhubungan dengan pertukaran industri. LIPI pun mengadakan lokakarya bersama demi pengembangan proses komersialisasi dan alih teknologi penelitian di Indonesia. Apalagi, kata dia, Australia sudah memiliki banyak pengalaman dalam aspek ini.

Menurut Iskandar, mengantarkan hasil penelitian ke dunia industri sangat penting dan perlu dilakukan. Hal ini karena berkaitan erat dengan dimulainya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Masa ini merupakan waktu pasar industri sudah secara internasional tidak memiliki proteksi lagi.

Iskandar menilai, saat ini perekonomian Indonesia masih rentan. Salah satu penyebabnya adalah belum terhubungnya ilmu pengetahuan dengan industri. LIPI berupaya mengembangkan dalam mengantarkan hasil penelitian kepada pengguna dan industri. Harapannya, lanjut dia, ilmuwan mampu berkontribusi dalam meningkatkan daya saing bangsa ke depannya.

Deputi Jasa Bidang Ilmiah LIPI Bambang Subiyanto menerangkan, tujuan kerja sama ini pada dasarnya untuk memperoleh bahan yang bisa merintis kerja sama dalam dunia bisnis. "Terutama pada bidang komersialisasi dan alih teknologi," kata Bambang

Alih teknologi sangat perlu dilakukan demi menunjukkan peningkatan positif. Alih teknologi bisa digunakan untuk sektor industri. Sehingga, ke depannya daya saing nasional maupun internasional dapat tercipta.

Bambang menjelaskan, terdapat beberapa wadah untuk mencari jalan keluar alih teknologi yang diharapkan bisa diimplementasikan dalam industri ini. Upaya ini dapat dilakukan dengan riset bersama dan simposium. Atau, dia melanjutkan, mengirimkan para peneliti muda, baik LIPI maupun kementerian lain untuk mendapatkan pendidikan di sekolah bisnis.   rep: Wilda Fizriyani, ed: Erdy Nasrul

Sumber : Republika.co.id, 12 April 2016

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnain
Diakses : 828    Dibagikan :