Pengamat: Pemerintah Harus Hilangkan Sekat Perbedaan di Tanah Air

 
 
Jakarta, GATRAnews - Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Makmuri Sukarno mengimbau kepada pemerintah untuk menghilangkan sekat-sekat yang ada dalam masyarakat Tanah Air.

Bahkan, menurutnya, Indonesia saat ini masih seperti "hotel besar" bagi rakyat Indonesia yang beraneka ragam suku dan budaya. Pasalnya, hingga sekarang ini membuat masayarakat Indonesia masih bersifat egois karena mementingkan golonganya sendiri.

Oleh karena itu, ia meminta kepada pemerintah agar membuat ruang-ruang perjumpaan agar terjadi interaksi positif dari berbagai ras, suku, dan budaya yang ada di Tanah Air.

"Indonesia harus bisa menjadi 'rumah besar' dengan membuat ruang-ruang perjumpaan antaretnis, antarkelas dan antargolongan," kata Makmuri dalam Dialog Kebangsaan II bertajuk "Pendidikan Memperkuat Kebangsaan" di Jakarta, Selasa (11/7).

Makmuri mencontohkan permukiman yang berpenghuni kelompok etnis, agama atau kelas tertentu yang tidak menciptakan interaksi antarkultur, antaragama dan antarkelas menyebabkan nilai-nilai Pancasila yang dipelajari di sekolah tidak ditemui di dunia nyata.

Tentu saja hal itu membuat masyarakat Indonesia seperti anti sosial kepada sesamanya. Padahal hakekatnya manusia tidak bisa hidup sendiri dan pasti memerlukan orang lain dalam kehidupannya.

Karena itu, Makmuri mendesak pemerintah agar berupaya menghilangkan sekat-sekat antaretnis, antaragama dan antarkelas dengan membuat ruang-ruang perjumpaan.

"Itu tugas semua kementerian, bukan hanya kementerian tertentu," katanya.

Bahkan tindakan intoleransi dan radikalisme telah mencapai di tingkat sekolah. Hal itu terjadi karena tingkat pemahaman nilai kebangsaan yang sempit di lembaga pendidikan.

"Kekerasan pelajar meningkat, beberapa di antarnya bahkan sampai menghilangkan nyawa orang lain," tegasnya.

Reporter: Wanto
Editor: Arief Prasetyo
Sumber : gatra.com, 12 Juli 2017

Sivitas Terkait : Dr. Makmuri Sukarno M.A.