Populasi Dugong di Indonesia Terancam

 
 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Penelitian Oseanografi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendata sejauh ini baru 25.752 hektare (ha) padang lamun yang tervalidasi di 29 lokasi di Indonesia.

Padang lamun sangat erat kaitannya dengan pelestarian populasi dugong, sejenis mamalia laut yang disebut juga lembu laut.

Kepala Pusat Peneltian Oseanografi LIPI, Dirhamsyah mengatakan status dugong saat ini masuk ke dalam kategori rawan. Populasinya sangat bergantung pada lamun sebagai habitat dan sumber pakan.

Lamun adalah jenis tumbuhan berbunga yang hidup di dalam air laut dan sumber pakan utama dugong. Dugong merupakan satu-satunya mamalia herbivora pemakan lamun yang hidup di perairan laut tropis dan subtropis Indo Pasifik.

"Meski pemerintah telah melalui peraturan menetapkan dugong sebagai mamalia laut dilindungi, namun tanpa penanganan yang tepat dikhawatirkan hewan ini akan mengalami kepunahan," ujar Dirhamsyah, Selasa (19/4).

Dugong menjadi satwa buruan karena daging dan minyaknya. Ancaman kepunahan dugong di perairan Indonesia juga dipicu usia reproduksinya yang lambat. Dugong membutuhkan waktu 10 tahun untuk dikategorikan dewasa.

Dugong betina mengandung selama 14 bulan dan hanya melahirkan satu individu pada interval 2,5-5 tahun. Besaran populasi dugong di Indonesia, kata Dirhamsyah juga belum bisa dipastikan karena kajian status populasinya masih terbatas.

Sumber : Republika.co.id, 19 April 2016

Sivitas Terkait : Dr. Dirhamsyah M.A.