Selain SNI, Pengujian EMC Jamin Perlindungan Konsumen

 
 

Tangerang Selatan - Meningkatnya penggunaan perangkat elektronik perlu dipastikan tingkat keamanannya agar konsumen terlindungi. Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib pun harus memuat pengujian Electromagnetic Compatibility (EMC).

EMC adalah kemampuan suatu peralatan atau sistem untuk beroperasi secara normal di lingkungan elektromagnetik tanpa terpengaruh atau pun menghasilkan interferensi (gangguan) terhadap lingkungannya.

Sedangkan pengujian EMC berarti suatu pengujian yang melihat apakah suatu produk teknologi mampu beroperasi normal dan aman bagi penggunanya.

Kepala Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Agus Fanar Syukri, mengatakan, saat ini LIPI memiliki laboratorium EMC. Namun, kata dia, untuk skala pengujian produk komersil laboratarium EMC, Indonesia masih kekurangan laboratarium EMC. Bahkan sebelum tahun 2008 pengujian EMC harus ke luar negeri seperti Singapura dengan biaya yang mahal.

"Alat elektronik yang kita pakai menggeluarkan gelombang elektromagnetik. Misalnya saja, handphone tidak boleh digunakan di dekat alat pacu jantung di rumah sakit, karena akan berbahaya," katanya di sela-sela seminar LIPI bertajuk Communication Technology on electromagnetic compatibility (EMC) Satellite and Digital TV di Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (1/6).

Peneliti Utama Elektromagnetik Desain Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI, Harry Arjadi, mengungkapkan, saat ini regulasi terkait pengujian EMC belum ada.

Menurutnya, pada perangkat yang mengandung elektromagnetik. Pengujian EMC dimaksudkan agar efek EMC dapat dikendalikan dari radiasi dan paparan lainnya yang jika keluar bisa membahayakan.

"Alat pacu jantung jika diberi gangguan ponsel kinerjanya bisa lebih cepat. Hal ini berbahaya bagi pasien," ujarnya.

Selain itu, kata Harry, apabila menggunakan ponsel yang belum diuji EMC sangat berbahaya bagi otak pengguna jika digunakan saat menelpon terlalu lama. Begitu juga alat elektronik lainnya, tanpa uji EMC akan berbahaya jika dipicu gangguan eksternal.

Memasuki era satelit dan televisi digital peran pengujian EMC sangat penting. Harry menjelaskan, jika satelit tanpa pengujian EMC gelombang frekuensi atau kebutuhan untuk pemanfaatan lainnya akan kacau. Televisi digital pun tanpa uji EMC juga tidak berfungsi optimal dan menganggu perangkat elektronik lainnya.

"Saat ini beberapa alat sudah mengantongi SNI wajib tapi belum khusus EMC seperti mesin cuci, kulkas, pendingin ruangan, kipas angin, audio video, inkubator bayi dan perangkat meteran listrik. Pemerintah harus membuat regulasi pengujian EMC dan industri harus menjamin alatnya aman," ucap Harry.

Laboratorium EMC LIPI pun telah menguji satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) A2 yang sudah kini sudah mengorbit dan Lapan A3 yang akan segera diluncurkan.

Selain LIPI, beberapa instansi telah memiliki laboratorium EMC seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, PT Dirgantara Indonesia dan Kementerian Perindustrian. LIPI juga mendorong swasta membangun laboratorium EMC untuk menjawab kebutuhan industri.

Ari Supriyanti Rikin/FER


Sumber : Beritasatu.com, 1 Juni 2016

Sivitas Terkait : Agus Fanar Syukri Ph.D.
Diakses : 1099    Dibagikan :