Temuan Baru, Kertas Nasi Mengandung 150 Juta Bakteri

 
 
JAKARTA--Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lisman Suryanagara, mengingatkan masyarakat akan bahaya kertas nasi dan kertas daur ulang bagi kesehatan manusia.

"Jadi kertas nasi untuk membungkus makanan, seperti untuk nasi goreng, nasi bungkus, atau martabak yang berwarna cokelat itu memiliki dampak buruk bagi kesehatan, misalnya mengurangi vitalitas bagi laki-laki," kata Lisman Suryanaga dalam acara Roadshow Food Safety Packaging di Bandung, Selasa (29/11/2016).

Berdasarkan riset yang dilakukan LIPI, jumlah bakteri yang terkandung dalam kertas pangan yang terbuat dari kertas daur ulang sekitar 1,5 juta koloni per gram, sedangkan rata-rata kertas nasi yang umum digunakan beratnya 70—100 gram, itu artinya ada sebanyak 105 juta—150 juta bakteri yang terdapat di kertas tersebut. 

"Kandungan mikroorganisme di kertas daur ulang memiliki nilai tertinggi dibandingkan jenis kertas lainnya, ini melebihi batas yang ditentukan," kata dia.
Lisman menjelaskan zat-zat kimia tersebut berdampak negatif terhadap tubuh manusia dan dapat memicu berbagai penyakit, seperti kanker, kerusakan hati dan kelenjar getah bening, mengganggu sistem endokrin, gangguan reproduksi, meningkatkan risiko asma, dan mutasi gen.

Menurut dia, kemasan makanan berbahan dasar kertas nondaur ulang bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan penggunaan kemasan daur ulang dan styrofoam dan kemasan kertas nondaur ulang, baik untuk konsumen, makanan, dan lingkungan.

“Seperti di luar negeri, trennya sudah seperti itu jadi untuk mengurangi limbah karena biasanya kemasan ini biodegradable dan sudah memiliki standar keamanan," ujarnya. 
Sebagai alternatif lainnya, masyarakat dapat menggunakan kemasan pangan berkategori food grade yang seratus persen terbuat dari serat alami dengan ciri-ciri tampilan berwarna putih bersih, tidak berbintik-bintik, dan tidak tembus minyak. Di samping itu, kartonfood grade bersifat ramah lingkungan karena mudah terurai.

Sumber : lampost.co. 1 Desember 2016

Sivitas Terkait : Dr. Lisman Suryanegara M.Agr.
Diakses : 1067    Dibagikan :