UNESCO-LIPI Dorong Yogya Lindungi Air Tanah

 
 
YOGYAKARTA - Direktur Eksekutif Asia-Pacific Center for Ecohydrology United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (APCE-UNESCO), Ignasius Dwi Atmana Sutapa, mendorong agar penggunaan air tanah di DIY dikontrol ketat. Tujuan pengontrolan penggunaan air adalah agar tersedia cadangan air bersih masa depan.

"Siklus proses penyimpanan air tanah terjadi lebih lama dibanding air permukaan. Jadi benar-benar harus dikontrol pemakaiannya," kata Ignas di sela persiapan pertemuan nasional Pengelolaan Sumber Daya Air berbasis Ekohidrologi, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, kemarin.

Untuk melindungi cadangan air atau air tanah, Ignas, yang juga peneliti senior Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan lebih baik mengoptimalkan pengambilan air permukaan dulu. Ini sebagai langkah konservasi sederhana. Juga melindungi resapan air yang masih tersisa. "Pemerintah perlu memantau dan mengontrol intens daerah hotel. Agar pengambilan air tanah tidak seenaknya," ucapnya.

Kepala Bagian Umum PDAM Tirtamarta Yogyakarta, Majiya, mengatakan, dari 400-an lebih hotel di Yogyakarta, lebih banyak yang masih menggunakan air tanah, meski sudah ada Peraturan Wali Kota Yogya Nomor 3 Tahun 2014 tentang Penyediaan Air Baku Usaha Perhotelan. Namun hotel dituding menjadi pemicu kekeringan saat kemarau.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Yogyakarta, Herman Toni, mengakui sebagian besar hotel di Yogyakarta belum berlangganan PDAM dan masih mengandalkan air tanah. "Kami belum bisa mengandalkan sepenuhnya pada PDAM. PDAM belum bisa menyuplai kebutuhan air yang memadai," ucapnya. PRIBADI WICAKSONO

Sumber : korantempo.com, 12 Oktober 2016

Sivitas Terkait : Dr. Ignasius Dwi Atmana Sutapa
Diakses : 402    Dibagikan :