Wagub Sumbar Lepas Jenazah Kepala LIPI ke Pasaman

 
 
WAKIL Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit melepas dan memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Iskandar Zulkarnain di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Senin (3/7) pagi. Selanjutnya, Iskandar dibawa ke kampung halaman di Kenagarian SimpangTonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, untuk dimakamkan.

Nasrul menyampaikan, atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Sumbar turut berduka cita dan kehilangan salah satu putra terbaik dan yang telah mengabdikan diri di LIPI dengan prestasi 98 publikasi buku baik perorangan maupun kelompok dan 37 di antaranya berbahasa Inggris.

"Semoga almarhum ditempatkan di sisi Allah yang terbaik, baik sesuai amalan ibadahnya diberikan tempat di surga. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan dapat tabah, ikhlas, dan sabar menerima cobaan ini," kata Nasrul.

Nasrul juga berharap kehilangan almarhum Prof Dr Iskandar Zulkarnain ini, juga akan memunculkan tokoh-tokoh cerdas lainnya dari Sumbar dalam berbagai sektor pembangunan, sehingga peranan generasi Sumbar tetap ada dalam memberikan bakti terbaik bagi kejayaan Indonesia.

"Dalam sejarah perjuangan bangsa dan perjalanan pembangunan nasional, semua tahu banyak tokoh pemikir asal Sumatra Barat yang sukses berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan Indonesia dan tentu kebiasaan ini tidak pernah pudar," harapnya.

Iskandar Zulkarnain semasa hidupnya menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah Pertama di Kota Padang dan menamatkan SMA Don Bosco Padang pada 1979. Ia melanjutkan pendidikan jurusan Geologi Intstitut Teknologi Bandung (ITB) dan memperoleh gelar insiyur geologi pada 1985.

Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, sebut Nasrul, Pemprov Sumbar sangat menghormati almarhum, karena di samping sebagai salah putra terbaik daerah dan Indonesia, Iskandar juga merupakan tokoh nasional.

Iskandar meninggal dunia dalam usia 58 tahun pada pukul 16.00 WIB di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC), Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (2/7) sore.

"Kami seluruh sivitas LIPI, bahkan segenap bangsa Indonesia tentu berduka dengan berpulangnya Prof Iskandar. Semoga beliau dilapangkan jalannya dan diterima segala amal ibadahnya di sisi Allah SWT," ungkap Wakil Kepala LIPI, Bambang Subiyanto.

Almarhum Iskandar yang lahir di Cirebon, Jawa Barat, pada 14 April 1959 ini meninggalkan seorang istri, Eliza Mery, dan tiga anak yakni Bram Agusta Zulkarnain, Sarah Fitria Zulkarnain, dan Brian Zagala Zulkarnain.

Dalam perjalanan kariernya, Iskandar diangkat menjadi Kepala LIPI sejak 17 Oktober 2014. Dia meraih pendidikan Strata 1 pada Fakultas Geologi ITB pada 1985 dan menyelesaikan program PhD dengan gelar Doktor Reralium Naturalium (Dr Rer Nat) dari the Johannes Gutenberg Universitaet, Jerman. (OL-2)

Sumber : mediaindonesia.com. 3 Juli 2017

Sivitas Terkait : Yani Ruhyani