UPAYA MEMPRODUKSI VARIETAS PADI UNGGUL

 
 
Produksi padi menempati urutan ketiga di dunia dari semua serelia, setelah jagung dan gandum. Namun, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.

Sebagai sumber karbohidrat utama, terobosan-terobosan terhadap varietas padi unggul terus dilakukan oleh para peneliti. Terobosan dan riset ketahanan padi perlu dilakukan untuk menjawab berbagai persoalan terkait dengan pangan ini.

Penelitian dilakukan mulai dari jumlah penduduk dunia yang terus meningkat hingga tantangan terhadap pemanasan global yang membutuhkan varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan. Di Indonesia, penelitian terkait dengan padi tahan kekeringan telah lama di lakukan.

Salah satunya adalah varitsas unggul padi gogo yang dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) beberapa tahun lalu. Keberadaan varietas ini diharapkan dapat mendongkrak kapasitas produksi padi nasional dengan memanfaatkan lahan kering dimana padi akan berproduksi sepanjang tahun tanpa terhalangi adanya musim kering.

Galur padi gogo yang dikembangkan oleh LIPI ini rata-rata mampu menghasilkan gabah sebanyak 8,4 ton per hektarnya. Hasil ini jauh lebih baik dibandingkan varietas unggul sebelumnya yakni Situ Patenggang dan Batutegi.

Selain itu, kedua galur padi gogo LIPI juga toleran terhadap kekeringan termasuk juga tahan terhadap serangan penyakit bias yakni penyakit yang diakibatkan oleh cendawan serta keracunan alumunium.

Varietas padi gogo yang dikembangkan oleh LIPI ini sendiri telah diuji selama dua tahun di 17 lokasi berbeda-beda di seluruh Indonesia. Secara umum di Indonesia, varietas unggul padi gogo telah dilepas sejak 1960-1994 dan riset terkait dengan padi gogo terus dilakukan hingga saat ini.

Sumber : Koran Jakarta, edisi 20 April 2017. Hal: 17

Sivitas Terkait : Yani Ruhyani
Diakses : 131    Dibagikan :