Paten LIPI

Paten merupakan salah satu indikator kemajuan suatu Bangsa. Produktivitas Kekayaan Intelektual (KI) khususnya Paten di Indonesia terus mengalami peningkatan. LIPI merupakan lembaga yang memberikan kontribusi jumlah Paten tertinggi secara nasional. Dibandingkan dengan lembaga penelitian non kementrian lainnya, kementrian dan universitas di Indonesia, LIPI mempimpin jumlah perolehan Paten terbesar yaitu mencapai 662 paten (data s.d April 2018). Jumlah pendaftaran terbanyak sampai saat ini adalah pada tahun 2017 yaitu sebanyak 159 Paten.

Jumlah perolehan Paten tersebut tak lain merupakan kontribusi hasil pemikiran intelektual dari para Peneliti di LIPI. Pengetahuan (knowledge) yang dimiliki para Peneliti dikapitalisasi dan dilindungi dengan Paten. Paten adalah salah satu bentuk perlindungan kekayaan intelektual khususnya dibidang teknologi. Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut para peneliti untuk berfikir keras untuk menghasilkan suatu karya inovasi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dibidang teknologi. Namun tidak semata-mata suatu hasil penelitian dapat dipatenkan, Paten memiliki 3 (tiga) syarat utama yaitu mengandung unsur novelty (kebaruan), langkah inventif dan dapat diterapkan pada industri.

Kekayaan Intelektual lainnya yang menjadi fokus LIPI adalah Hak Cipta, Merek, Desain Industri, dan Perlindungan Varietas Tanaman. Hak Cipta milik LIPI yang dicatatkan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sebagian besar berupa perangkat lunak.

logo_korporat