Seminar dan Loka Karya GRI 2016

 
 
- Peran Inovasi Akar Rumput dalam Meningkatkan Kapasitas dan Daya Saing UKM -
http://situs.opi.lipi.go.id/gri2016/

" Rangkaian acara hari ulang tahun LIPI ke-49 Dan Hakteknas ke-21 "



 

LATAR BELAKANG

Inovasi akar rumput memiliki peran dalam meningkatkan daya saing UKM (Usaha Kecil dan Menengah), inovasi ini tumbuh di masyarakat karena permasalahan yang dihadapi. Inovasi akar rumput penting untuk digali dan dikembangkan serta perlu didukung oleh pemerintah melalui kebijakan kondusif. Berbagai inovasi akar rumput selama ini tidak berkembang dan tidak termanfaatkan secara optimal, sementara UKM membutuhkan inovasi dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing produknya. UKM merupakan pilar ekonomi rakyat yang perlu ditumbuhkembangkan sehingga kesejahteraan pelaku usaha dapat meningkat. Inovasi akar rumput dalam hal ini dapat berkontribusi secara signifikan terhadap menguatnya UKM yang lebih produktif dan berdaya saing.

India merupakan salah satu negara yang berhasil mendorong GRI berkembang dan memanfaatkan inovasi akar rumput untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. Konferensi inovasi akar rumput di Ahmedabad India, pada Januari 2015 (Third International Conference on Creativity and Innovation at Grassroots) mencatat keberhasilan India dalam menelusuri, mendokumentasikan, melindungi, mempromosikan dan memasarkan secara global inovasi-inovasi yang bersumber dari masyarakat akar rumput. Melalui keberadaan Honey Bee Network, National Innovation Foundation (NIF) dan berbagai institusi formal maupun non-formal lainnya, India telah menunjukkan bagaimana tata kelola inovasi akar rumput yang ideal bagi sebuah negara yang memiliki keragaman sumber daya alam dan manusia. Keberhasilan tersebut patut untuk menjadi contoh dan model pengembangan inovasi di Indonesia yang selama ini masih belum sepenuhnya menggali, menghargai dan melindungi berbagai inovasi yang dihasilkan oleh putra-putri bangsa, tanpa didukung oleh lembaga penelitian dan lembaga formal lain.

Mempertimbangkan jumlah UKM yang tersebar di pelosok Indonesia, maka lokakarya yang akan diselenggarakan mengusung tema "Peran Inovasi Akar Rumput dalam Meningkatkan Kapasitas dan Daya Saing UKM". Lokakarya ini merupakan ajang pertemuan dan pertukaran pengalaman para peneliti, praktisi, pemangku kebijakan, inovator lokal dan pengusaha berkaitan dengan inovasi lokal untuk meningkatkan daya saing UKM, mendorong kepedulian berbagai pihak untuk peduli terhadap pengembangan penyebaran dan pemanfaatan inovasi akar rumput.

Berbagai inovasi telah dihasilkan masyarakat sebagai upaya mengatasi permasalahan dalam meningkatkan kapasitas usaha, tetapi hanya dimanfaatkan di wilayah yang terbatas. Inovasi yang dihasilkan masyarakat secara nyata dapat meningkatkan kapasitas usaha, tetapi kurang dapat dimanfaatkan secara luas karena keterbatasan dalam diseminasi dan modal untuk pengembangannya. Berbagai inovasi akar rumput tersebut dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah di Indonesia, contohnya knock-down thresher dari Sumedang, penyiku rotan dari Lombok Tengah, beras singkong dari Cireundeu Bandung Barat, olahan ubi jalar ungu dari Cilimus Kuningan, dan masih banyak lagi di daerah lainnya. Inovasi tersebut telah memberikan manfaat secara ekonomi kepada inovatornya, juga manfaat sosial dan lingkungan terhadap masyarakat di wilayah inovasi tersebut tumbuh.

Seminar dan lokakarya inovasi akar rumput ini diharapkan dapat mengangkat berbagai inovasi tersebut, supaya dikenal secara nasional dan dapat dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat lain yang membutuhkan. Kegiatan seminar dan lokakarya ini diharapkan dapat membangun media bagi penyebaran inovasi akar rumput agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.


TUJUAN dan SASARAN

Lokakarya ini bertujuan untuk mengangkat peran inovasi akar rumput dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing UKM.

Secara khusus diharapkan kegiatan lokakarya ini dapat mempertemukan para praktisi dan pemerhati inovasi akar rumput dengan pemangku kebijakan sehingga secara bersama-sama dapat menumbuhkembangkan komunitas yang peduli terhadap Inovasi Akar Rumput, sehingga dapat melahirkan rumusan strategi peningkatan pemanfaatan inovasi akar rumput untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UKM.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun LIPI yang ke-49 (23 Agustus 2016) dan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang ke-21 (10 Juli 2016).


BENTUK KEGIATAN

Kegiatan ini dibuat dalam format seminar dan lokakarya. Seminar pleno akan menghantarkan tema inovasi akar rumput sebagai bagian dari inovasi masyarakat untuk meningkatkan kemajuan UKM. Selanjutnya dilakukan lokakarya pada topik-topik bahasan untuk menghasilkan luaran berupa saran kebijakan pemanfaatan inovasi akar rumput untuk meningkatan kapasitas dan daya saing UKM.

Lokakarya dan seminar mengundang peserta untuk mengirimkan makalah yang terkait dengan topik bahasan berupa:

  • Inovasi akar rumput teknologi proses dan peralatan penunjang produksi
  • Kebijakan yang menunjang inovasi akar rumput di Indonesia
  • Faktor sosial budaya dan lingkungan yang mendukung perkembangan inovasi akar rumput

Makalah yang terseleksi akan dipresentasikan secara oral dan poster, selanjutnya diterbitkan dalam buku ber-ISBN.


KEYNOTE SPEAKER
  • Dr. Ilham Akbar Habibie (PT. Ilthabi Bara Utama) *
    Materi : "Inovasi Akar Rumput untuk UKM"
NARASUMBER
  1. Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si. (Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemeristek Dikti RI)
    materi : "Peran Lembaga LITBANG dalam mendorong perkembangan Inovasi Akar Rumput".
  2. Prof. Dr. Benyamin Lakitan (Universitas Sriwijaya)
    materi : "Kebijakan yang dapat Mendukung Perkembangan Inovasi Akar Rumput".
  3. Dr. Suprapedi M.Eng (Direktur pendayagunaan SDA dan TTG. Kementerian Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi)
    Materi: "Pendayagunaan Inovasi akar rumput untuk pemberdayaan masyarakat desa"
  4. Inovator Akar Rumput dari daerah
    Materi: "Pengembangan Inovasi di Masyarakat".

Undangan dan peserta yang hadir meliputi pembicara kunci yang akan memaparkan status inovasi akar rumput di Indonesia, fungsi pemberdayaan UKM dan perlindungan dari lembaga litbang terhadap inovasi yang tumbuh di masyarakat. Perwakilan dari lembaga penyelenggara program Teknologi Tepat Guna (kementerian, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, pengusaha, para inovator dari kalangan masyarakat, peneliti dari lembaga penelitian dan akademisi).


PANDUAN PENULISAN NASKAH

Naskah yang dikirim diharapkan melaporkan hasil kerja yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya dan tidak sedang dalam pertimbangan untuk publikasi di penerbitan lain. Semua penulis naskah diharapkan sudah menyetujui pengiriman naskah ke Panitia Lokakarya Inovasi Akar Rumput. Corresponding author juga diharapkan sudah memperoleh persetujuan dari para penulis untuk mewakili mereka selama proses penyuntingan dan penerbitan naskah. Untuk panduan penulisan naskah bisa di unduh di sini dan sebagai gambaran mengenai inovasi akar rumput berikut ini adalah satu contoh naskah yang memotret inovasi masyarakat di kabupaten Lombok Tengah telah disampaikan pada lokakarya Grassroot Innovation tanggal 8 Desember 2009 "Mendayagunakan Inovasi Masyarakat untuk Membangun Kemandirian Bangsa"

* dalam konfirmasi


Diakses : 1734    Dibagikan :