Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian

Prof. Ocky Karna Radjasa pernah menjabat sebagai staf Ahli Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama (2010-2013), Ketua UPT Laboratorium Terpadu, Universitas Diponegoro (2012-2013), Ketua LPPM Universitas Diponegoro (2013), dan Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan dalam Tim Penyusun Renstra Undip (2014-2019). Selain itu, Prof Ocky juga ditunjuk sebagai Tim Pakar pada Sekretariat Nasional CTI-CFF (Coral Triangle Initiative-Coral Reef, Food and Fisheries) dan anggota dalam Komisi Litbang Kementerian Kelautan dan Perikanan (2013).

Prof Ocky merupakan peneliti dan telah menghasilkan publikasi ilmiah pada jurnal nasional dan internasional. Beberapa penghargaan pernah diraih Prof Ocky, diantaranya: Collaborative Development Award (CDA), British Higher Comission Singapore, British Council (2013); Biovision Catalyzer Award on Biodiversity, Climate Change and Agronomy, Biovision the World Life Science Forum, Lyon, France (2013); Equipment Award from German Ministry of Economic and International Cooperation, Germany (2007 dan 2014); Cipta Lestari KEHATI Award from Indonesian Biodiversity Foundation (KEHATI), Indonesia, 2006. Penghargaan Lima Tahunan Biologi Award 2013, dari Fakultas Biologi Universitas Soedirman diberikan kepada Ia atas dedikasi dan pencapaiannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kemasyarakatan dan pencitraan baik almamater.

Prof Ocky merupakan alumni Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman tahun 1989. Ia kemudian menyelesaikan program MSc di bidang mikrobiologi di Ontario, Kanada pada tahun 1994, dan melanjutkan program PhD di Department of Aquatic Biosciences, University of Tokyo, Jepang di bidang mikrobiologi laut.

Prof. Ocky Karna Radjasa, sempat menjabat sebagai Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kementerian Riset dan Teknologi, sebelum dilantik sebagai Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada September 2020.