SINTESIS PIGMEN BESI OKSIDA (α-Fe2O3) DARI BIJIH BESI PRIMER JENIS MAGNETIT (Fe3O4)

 
 
Penulis: Agus Budi Prasetyo,Stevanus Puguh Prasetyo,Ir. Stevanus Puguh Prasetyo , Agus Budi Prasetyo S.T,Erick Ryan Yulianto (UNS)
Telah dilakukan percobaan pembuatan pigmen besi oksida (Fe2O3) dari bijih besi magnetit (Fe3O4) dengan proses piro-hidrometalurgi. Pada tahap awal percobaan dilakukan preparasi untuk mendapatkan ukuran sampel ± 100 mesh dengan peremukan, penggerusan, dan pengeringan. Peremukan menggunakan jaw crusher sedangkan penggerusan menggunakan disk mill. Kemudian dilanjutkan dengan proses pengeringan (drying) menggunakan oven pada suhu ± 150 °C selama ± 1 jam. Tahap selanjutnya dilakukan pemanggangan (roasting) terhadap sampel yang sudah dikeringkan dengan menahan waktu selama 1 jam pada suhu 700 oC, 800 oC, dan 900 oC. Kemudian dilakukan pelindian (leaching) dengan 200 ml HCl 37 % pada sampel yang telah dipanggang. Filtrat (larutan) hasil leaching diendapkan dengan larutan ammonia 25% hingga pH larutan menjadi ± 7. Larutan disaring dengan menggunakan kain sehingga diperoleh endapan. Kemudian endapan tersebut dikeringkan dengan oven pada suhu 150 oC. Selanjutnya terhadap endapan yang telah dikeringkan digerus dengan mortar hingga berukuran lebih kecil dan halus. Tahap terakhir dilakukan analisis terhadap sampel sampel hasil percobaan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy), XRD (X-Ray Diffraction), dan XRF (X-Ray Fluoresence). Dari hasil analisis sampel sampel dengan penambahan batubara maupun tanpa penambahan batu bara pada variasi pemanggangan pada suhu 700 oC, 800 oC, dan 900 oC. Menunjukkan bahwa suhu pemanggangan (roasting) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap massa dan kadar Fe2O3 yang dihasilkan. Hasil analisis dengan SEM, XRD maupun XRF juga menunjukkan bahwa telah berhasil dibuat pigmen Fe2O3 sintesis. Kenyataan ini ditandai dengan pengamatan visual yang berwarna merah terang, dan dari hasil analisa XRD semua peak (puncak) yang terbentuk menunjukkan bahwa semua hasil pemanggangan berupa Fe2O3. Dari hasil XRF menunjukkan bahwa kadar Fe2O3 sudah diatas 95%, dengan kadar tersebut pigmen yang dihasilkan bisa digunakan sebagai bahan kimia pada aneka industri. Kata Kunci : Magnetit, pemanggangan (roasting), pelindihan (leaching), besi oksida, pigmen

Seminar Nasional Metalurgi dan Material IX (SENAMM IX) 2016 Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 11 Oktober 2016

ISSN / ISBN / IBSN : ISSN :2541-0725

No. Arsip : LIPI-20180417
Download Disini