Aspek-Aspek Penting Pada Penyambungan Fiber Optik Menggunakan Fusion Splicer

 
 
Penulis: Tomi Budi Waluyo, Dwi Bayuwati
Salah satu hal yang penting pada sistem komunikasi dan sistem sensor fiber optik adalah penyambungan antar fiber yang umumnya menggunakan mesin fusion splicer. Penyambungan fiber optik merupakan salah satu kompetensi yang ada pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Keahlian Teknisi Instalasi Fiber Optik menurut Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor 717 Tahun 2012. Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi fiber optik, baik dalam lingkup jaringan lokal maupun global yang dewasa ini kecepatan transmisinya bisa mencapai lebih dari 10 Gbps, tuntutan untuk memperoleh sambungan dengan rugi yang kecil (< 0.1 dB) semakin meningkat. Berdasarkan pengalaman dalam memberikan pelatihan penyambungan fiber optik, pada makalah ini kami mendiskusikan aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan untuk memperoleh rugi sambungan sekecil mungkin yang meliputi pengenalan aneka jenis fiber optik, pengenalan macam-macam tipe fusion splicer, perbandingan nilai rugi lengkungan yang diestimasi oleh mesin fusion splicer dengan yang diukur menggunakan OTDR (Optical Time Domain Reflectometer), serta panduan untuk memogram atau mengubah parameter-parameter penyambungan pada mesin fusion splicer yang berguna bila menyambungkan fiber yang tidak ada datanya pada fusion splicer ataupun bila menyambungkan fiber yang tak sejenis.

Prosiding LINOF 2015, pp. 29 - 35

ISSN / ISBN / IBSN : ISSN 2502-5759

No. Arsip : LIPI-16038
Download Disini