Bioakumulasi Merkuri (Hg) pada Lamun Enhalus acoroides dan Mangrove Rhizophora apiculata di Pulau Pari, Kepulauan Seribu

 
 
Penulis: Anna Rejeki Simbolon, Triyoni Purbonegoro
Abstrak Pencemaran logam berat khususnya logam Hg di Teluk Jakarta dikhawatirkan memberikan dampak negatif terhadap kualitas perairan di sekitar Perairan Teluk Jakarta salah satunya adalah Pulau Pari di Kepulauan Seribu. Lamun dan mangrove yang tumbuh di Pulau Pari dapat digunakan sebagai indikator pencemaran logam berat. Nilai bioakumulasi dan translokasi faktor logam Hg akan memberikan gambaran mengenai kemampuan tumbuhan dalam mengakumulasi logam berat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biakumulasi dan translokasi faktor logam berat Hg pada tumbuhan lamun Enhalus acoroides dan mangrove Rhizophora apiculata di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Sampel lamun dan mangrove diambil pada lima titik pengambilan sampel melalui purposive sampling. Nilai bioakumulasi dihitung dengan menggunakan rasio dari konsentrasi logam di setiap bagian tubuh tumbuhan dan sedimen. Sementara itu, nilai translokasi faktor dihitung dengan rasio konsentrasi Hg pada setiap bagian tubuh tumbuhan (akar/rhizoma, batang, dan daun). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai bioakumulasi pada lamun yaitu tidak terhingga (bioaccumulation factor, BAF= ∞) dan pada mangrove yaitu 1,57 (BAF>1). Nilai faktor translokasi tertinggi pada daun lamun yaitu 3,86 (translocation factor, TF) >1) dan pada daun mangrove yaitu 2,84 (TF>1). Penelitian ini menunjukkan tumbuhan lamun dan mangrove tergolong sebagai tumbuhan bioakumulator dan hiperakumulator yang baik dan mengakumulasi logam berat khususnya Hg pada bagian atas tumbuhan yaitu daun. Kata kunci: Logam berat, Hg, BAF, TF, Pulau Pari

Oseanologi dan Limnologi di Indonesia 2021 6(3): 137-147

DOI: http://dx.doi.org/10.14203/oldi.2021.v6i3.369

No. Arsip : LIPI-20220223
Download Disini