Optimizing The Use of Local Potential To Create Sustainable Rural Community

 
 
Penulis: Rusydi Syahra

Pembangunan ekonomi nasional yang terlalu mengandalkan sumberdaya dan bantuan luar negeri tanpa disertai upaya yang sungguh-sungguh untuk mengembangkan kemampuan dan sumberdaya yang dimiliki sendiri telah mengalami kegagalan total begitu krisi moneter yang melanda sejak pertengahan tahun 1997 yang lalu. Strategi dan kebijakan pembangunan yang mengutamakan laju pertumbuhan yang tinggi melalui pemberian konsesi terlalu berlebihan pada usaha-usaha berskala besar (konglomerasi) itu belakangan disadari sebagai suatu kekeliruan, karena telah menganaktirikan usaha-usaha kecil berbasis pertanian yang ternyata mampu bertahan menghadapi krisis. Pergeseran penekanan strategi pembangunan dari produksi untuk pertumbuhan yang tinggi (production-centered development) ke arah people-centered development atau yang populer dengan sebutan ekonomi kerakyatan, yang dianggap sebagai sebuah langkah penting untuk mengoreksi kekeliruan tersebut, tidaklah dengan sendirinya akan dapat berhasil. Keterbatasan kemampuan wirausaha dan kebiasaan yang sudah mengakar dalam masyarakat yang menganggap setiap bantuan sebagai hadiah merupakan dua faktor utama yang potensial dapat menyebabkan terjadinya kegagalan. Tulisan ini, yang didahului dengan pembahasan tentang pentingnya penggunaan pendekatan pengembangan komunitas atau community development, diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi upaya untuk mengatasi terulangnya kegagalan serupa. Didasarkan pada kaji tindakdengan intervensi terbatas di sebuah desa di Kabupaten Lebak, Jawa Barat, tulisan ini menyarankan perlunya ditumbuhkan melalui pendekatan dari bawah (bottom-up approach) suatu bentuk kelembagaan pada tingkat desa yang berfungsi dan bertanggung jawab mengelola setiap dana bantuan dari mana pun sumbernya yang dimaksudkan untuk pengembangan usaha ekonomi rakyat. Untuk menegaskan statusnya sebagai milik bersama dan fungsinya guna melayani kepentingan seluruh warga, dalam akte pendiriannya, lembaga semacam itu, apakah berbentuk yayasan, koperasi, lembaga perkreditan (credit union) perlu mencantumkan pembangunan komunitas desa secara terpadu dan berkelanjutan sebagai tujuan pokoknya.



Volume II, No.2/1999

ISSN / ISBN / IBSN : octa001

No. Arsip : LIPI-99012