PUBLIKASI - LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

DPSIR Model as a tool to asses land conversion tariff policy in Yogyakarta

Novira, N., Dalimunthe, S. A., Wicaksono, A. P., Dewi, N. S., & Rahayu, T. S. (2015). DPSIR Model as a tool to asses land conversion tariff policy in Yogyakarta. Jurnal Kependudukan Indonesia, 10. Selengkapnya

Green Market for small people: Markets and opportunities for upgrading in small-scale fisheries in Indonesia

Green Market for small people: Markets and opportunities for upgrading in small-scale fisheries in Indonesia. Adhuri, Dedi Supriadi; Laksmi Rachmawati; Hirmen Sofyanto dan Natasha Hamilton-Hart, Marine Policy, Volume 63, January 2016, hal 198-205 Selengkapnya

Potential Utilization on Patent Wood Product to Fulfill the Needs from Renewable Resources

Wood industry in perspective of sustainable development faced with a number of issues such as shortages of raw materials, inefficiency, overcapacity, competitiveness of products and low added value. Development of new product based on needs of customer, becomes one of new models for continuing diversification product. Capturing from harvesting result on R & Dseem become more sophisticated especially utilization source natural wealth from wood.This kind of knowledge bring more value in order to complete customer satisfaction, moreover no bordering limitation of kind product that used by end users. This paper discuss how user can know competition among the same product… Selengkapnya

Jumlah Artikel Ilmiah Populer di Media Massa

Wilayah perbatasan Indonesia sering terlupakan dari pembangunan, baik ekonomi, sosial, budaya, dan manusia. Merasa terasing di negeri sendiri sering menjadi ungkapan hati masyarakat yang tinggal disana. Tidak jarang gemerlap pembangunan negeri sebelah lebih menyilaukan mata dan tidak jarang menawarkan masa depan yang lebih baik. Entah negeri ini lalai atau tidak nyata-nya kasus Sipadan dan Legitan menjadi contoh lepasnya masyarakat perbatasan ke negeri sebelah. Namun, tak tidak jarang kecintaan warga perbatasan kepada Nusantara membawa mereka bertahan dan Merah Putih tetap melekat di dada mereka. Selengkapnya

Pengaruh Jumlah Pulp Pelepah Sawit Terfibrilasi dalam Komposit Hibrid Polipropilena dan Poli Asam Laktat

Pulp pretreatments were needed to improve its ability as a reinforcement in composite products. The pretreatment was conducted chemically to improve pulp hydrophobicity or mechanically to increase pulp fiber aspect ratio. Hybrid matrix composites consisted of polypropylene (PP) and poly lactic acid (PLA) were developed in order to produce composite products that can decompose naturally, and also has high mechanical performance. This studyobjective was to determine the effect of fibrillated oil palm frond pulp content on composites mechanical properties. Bleached pulp of oil palm fronds was fibrillated using a high-speed blender. Fibrillated pulp with the amount of 10 persen, 20… Selengkapnya

Crystal structure and functional groups of distilled Vetiver root (Vetiveria zizanoides) soda pulp

Pulping is the most common process to produce fibers from lignocellulosic materials. One of lignocellulosic materials that available from essential oil industry in Indonesia is distilled vetiver root. The soda process is the chosen chemical pulping method of non-wood materials, because it is considered to be economically viable on a small scale. Pulp fibers are potential to be utilized as reinforcing agent in composite products. The strength of pulp fibers is affected by its crystalline structure. Furthermore, the effectiveness of soda pulping to separate lignin from pulp fibers can be revealed by the functional groups in soda pulp. The aim… Selengkapnya

Analisis Rugi Lengkungan Serat Optik Ragam Tunggal (ITU-T G.652A) pada Panjang Gelombang 1600, 1550, 1310, 1050 dan 781 nm untuk Penggunaannya sebagai Sensor Berbasis Lengkungan

Serat optik sudah beberapa dekade digunakan untuk bermacam aplikasi baik untuk sistem komunikasi maupun penggunaan lainnya misalnya untuk peralatan medis, interkoneksi, militer, penyimpanan data, otomotif dan berbagai macam sensor. Sistem sensor serat optik sederhana antara lain memanfaatkan sifat rugi lengkungan pada serat optik yang dibengkokkan. Nilai rugi lengkungan serat optik bergantung antara lain pada profil indeks bias, jari-jari lengkungan serta panjang gelombang cahaya yang digunakan dalam sistem. Pada makalah ini dilakukan pengukuran dan analisis rugi lengkungan serat optik ragam tunggal (tipe ITU-T G.652A) pada panjang gelombang (operasional) 1600, 1550 dan 1310 nm (diatas cut-off serat optik) serta pada panjang gelombang… Selengkapnya

Aspek-Aspek Penting Pada Penyambungan Fiber Optik Menggunakan Fusion Splicer

Salah satu hal yang penting pada sistem komunikasi dan sistem sensor fiber optik adalah penyambungan antar fiber yang umumnya menggunakan mesin fusion splicer. Penyambungan fiber optik merupakan salah satu kompetensi yang ada pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Keahlian Teknisi Instalasi Fiber Optik menurut Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor 717 Tahun 2012. Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi fiber optik, baik dalam lingkup jaringan lokal maupun global yang dewasa ini kecepatan transmisinya bisa mencapai lebih dari 10 Gbps, tuntutan untuk memperoleh sambungan dengan rugi yang kecil (< 0.1 dB) semakin meningkat. Berdasarkan pengalaman dalam memberikan… Selengkapnya

PEMANFAATAN WAJAN GERABAH SANGRAI KOPI PADA UNIT USAHA MIKRO KOPI BUBUK DI SUMBA BARAT DAYA

Sumba Barat Daya di Provinsi Nusa Tenggara Timur dikenal sebagai produsen kopi robusta (Robusta canephora Pierre) terbesar di Pulau Sumba. Pada tahun 2014 petani mengusahakan kebun kopi seluar 5.440 hektar dengan produksi sebanyak 2.153 ton. Namun sebagai produsen utama kopi belum banyak pelaku usaha yang memproduksi kopi biji menjadi kopi bubuk yang siap seduh. Padahal kebutuhan akan kopi cukup tinggi, karena masyarakat disini selalu mengkonsumsi kopi untuk minuman sehari-hari. Saat ini proses sangrai biji kopi menggunakan wajan berbahan logam aluminium atau besi. Penggunaan wajan gerabah sudah mulai ditinggalkan karena kurang awet dan sulit mendapatkannya dipasar. Padahal pengunaan wajan gerabah dapat… Selengkapnya

ALIH TEKNOLOGI PADA UNIT USAHA MIKRO PENGOLAHAN KOPI PRIMER DI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA NTT

Kopi adalah salah satu komoditas unggulan di Sumba Barat Daya. Total produksi kopi biji di tahun 2014 mencapai 2.153 ton, dihasilkan di lahan perkebunan rakyat seluas 5.440 hektar. Jenis kopi yang ditanam adalah robusta (Robusta canephora Pierre) yang memiliki karakter tersendiri yang potensial untuk dikelola sebagai bahan baku berbagai produk olahan primer dan sekunder. Meskipun prospek pengembangannya menjanjikan, akan tetapi muatan teknologi pada komoditas ini sangat minimal sehingga nilai tambah yang diperoleh petani relatif terbatas. Kopi biji dipanen dan diproses secara manual, dan penanganan lanjut untuk menjadi kopi beras pun masih menggunakan teknologi sederhana.Tulisan ini merupakan kajian peluang penerapan teknologi… Selengkapnya