Pembenihan Rajungan Portunus pelagicus Di Balai Benih Ikan, Sungailiat, Kabupaten Bangka

 
 
Penulis: Sandi Permadi, Sujono dan Sri Juwana
Produksi benih rajungan umumnya masih dalam sekala laboratorium dengan pemberian pakan alami hidup dan menggunakan media air laut yang ditreatment intensif. Hal ini merupakan salah satu faktor tingginya biaya investasi dan produksi. Upaya penyederhanaan prosedur dan metode perlu dilakukan guna menekan biaya investasi dan produksi sehingga kedepan produksi benih rajungan dapat diproduksi dengan tujuan komersial. Wadah budidaya yang digunakan adalah bak semen (volume 300 L) dan aquarium (volume 100 L). Larva rajungan dipelihara dalam air laut bebas kuman dengan aerasi terus-menerus. Ada dua perlakuan ransum makanan yang diujikan dalam Percobaan I. Kemudian air laut limbah hatchery di treatmen dua kali untuk digunakan dalam Percobaan II dengan menggunakan ransum makanan terpilih dari Percobaan I. Produksi benih rajungan diperoleh adalah 4600 Crab I/800 L (sintasan rata-rata 8,5 persen) dalam bulan Juni 2011; dan 1354 Crab I/200 L (sintasan 13,54 persen) dalam bulan Nopember 2011. Kondisi lingkungan yang dipantau selama pembenihan dalam bulan Juni adalah suhu 29-33 OC; salinitas 30 O/oo; pencahayaan 2500 Lux; sedangkan dalam bulan Oktober-Nopember suhu 25,5-30 OC sebelum digunakan heater; 31-32 OC setelah dipasang heater; salinitas 27-33 O/oo; pencahayaan 1000-2500 Lux. Berdasarkan kedua percobaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa (a) kebutuhan rotifer untuk pemeliharaan larva zoea rajungan Portunus pelagicus dapat digantikan oleh jus telur ditambah cod liver oil dan multivitamin; (b) bak semen bagus untuk budidaya sebab mempunyai suhu stabil daripada akuarium; dan (c) untuk mengurangi biaya produksi, pemanas air digunakan mulai stadium Zoea IV dan air laut limbah hatchery yang ditreatmen kembali digunakan dalam Percobaan II, dan (d) penjarangan kepadatan larva stadium zoea IV menjelang kejadian megalopa dengan hasil produksi benih rajungan yang lebih tinggi.

Prosiding Pertemuan Ilmiah Nasional Tahunan IX ISOI 2012. Tahun 2013. Volume IX, halaman 20-33

ISSN / ISBN / IBSN : ISBN : 978-602-18153-1-1

No. Arsip : LIPI-13017