Kemanfaatan Energi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) untuk Usaha Ekonomi Perdesaan (Studi Kasus : Desa Tanete Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan)

 
 
Penulis: Arie Sudaryanto
Pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) Wilman Tanete di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan dengan daya terpasang sebesar 24 Kwatt dibangun pada tahun 2006. Energi yang dihasilkan disalurkan untuk penerangan 100 rumah penduduk dan 1 unit Rumah Produksi yang dimanfaatkan optimal di malam hari untuk penerangan rumah warga dan fasilitas penerangan jalan. Pada siang hari tidak termanfaatkan dengan baik. Berdasarkan kenyataan itu, maka dipikirkan suatu ide pemanfaatan energi listrik mikrohidro untuk mendukung kegiatan usaha rakyat. Terpilih kegiatan usaha produksi pengolahan aren (Arenga pinnata merr) dan jahe (Zingiber officinale), sebagai aktivitas ekonomi berbasis sumber daya lokal. Peralatan kerja dirancang menggunakan energi listrik untuk Unit Pengolahan Jahe dan Aren. Unit Pengolahan Jahe terdiri dari pencuci, pemarut, pemeras dan pemasak. Unit Pengolahan Aren menggunakan pemasak nira, oven pengering gula, penggiling dan alat pengemas. Rumah Produksi dibangun untuk instalasi seluruh peralatan produksi pengolahan Jahe dan Aren yang membutuhkan daya sebesar 20 Ampere. Jaringan listrik 3 phase langsung diambil dari instalasi Powerhouse yang berjarak sekitar 500 meter. Dukungan terhadap usaha produksi berbahan baku lokal dengan pemanfaatan sumber energi PLTMH telah mampu menciptakan usaha ekonomi desa dan penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Hal ini merupakan faktor penting untuk mencapai keberlanjutan pendayagunaan PLTMH oleh masyarakat secara mandiri.

Prosiding SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI DALAM PENANGANAN ENERGI KE IX TAHUIN 2013. Universitas Achmad Jani

No. Arsip : LIPI-13005